Menurut laporan dari VPNMentor, setidaknya ada 1,3 juta pengguna aplikasi e-HAC yang terdampak kebocoran data.
Tim peneliti yang dikepalai Noam Rotem dan Ran Locar, menyebut kasus kebocoran data aplikasi e-HAC ditemukan pada 15 Juli 2021.
Menurut penelitian tersebut, bocornya data pengguna disebabkan oleh lemahnya protokol keamanan di aplikasi e-HAC sehingga rentan ditembus pihak tidak bertanggungjawab. Para pengembang juga disebut menggunakanKasus ini tidak hanya mengungkap data pengguna e-HAC, tapi juga seluruh infrastruktur terkait e-HAC, rumah sakit, dan juga pejabat yang menggunakan aplikasi tersebut.
Beberapa jenis data yang diduga bocor adalah tes Covid-19 yang dilakukan penumpang, data penumpang, data rumah sakit, hingga data staf e-HAC.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Menkominfo Pastikan e-HAC di Aplikasi PeduliLindungi Masih AmanMenurut Johnny, kasus dugaan kebocoran data e-HAC sedang diinvestigasi dan ditangani oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Baca lebih lajut »
Dugaan Data Aplikasi e-HAC Bocor, Berikut Klarifikasi KemkesMenurut pihak Kementerian Kesehatan, data bocor itu diduga terjadi pada aplikasi e-HAC yang lama dan sudah tidak digunakan lagi sejak 2 Juli 2021 lalu.
Baca lebih lajut »
Kemenkes Minta Masyarakat Hapus Aplikasi e-HAC Versi LamaKebocoran data diklaim bukan berasal dari e-HAC yang terintegrasi PeduliLindungi, melainkan aplikasi e-HAC versi lama yang terpisah.
Baca lebih lajut »
Data 1,3 Juta Pengguna Aplikasi e-HAC Kemenkes Diduga BocorData yang bisa diakses dari aplikasi e-HAC antara lain nomor KTP pengguna, e-mail, alamat, hingga data 226 rumah sakit dan klinik di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Kemenkes Minta Masyarakat Hapus Aplikasi e-HAC Versi LamaKebocoran data diklaim bukan berasal dari e-HAC yang terintegrasi PeduliLindungi, melainkan aplikasi e-HAC versi lama yang terpisah.
Baca lebih lajut »
Menkominfo Pastikan e-HAC di Aplikasi PeduliLindungi Masih AmanMenurut Johnny, kasus dugaan kebocoran data e-HAC sedang diinvestigasi dan ditangani oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Baca lebih lajut »