Pengamat Jelaskan Alasan PKS tak Diajak Jokowi Berkomunikasi

Indonesia Berita Berita

Pengamat Jelaskan Alasan PKS tak Diajak Jokowi Berkomunikasi
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 53 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 24%
  • Publisher: 63%

Terakhir, Jokowi dikabarkan bakal bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden terpilih Joko Widodo perlahan-lahan membuka komunikasi dengan lawan-lawan politiknya. Mulai dari bertemu dengan ketua umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, ketua umum Partai Gerindra sekaligus rivalnya, Prabowo Subianto. Terakhir, Jokowi dikabarkan bakal bertemu dengan ketua umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono .

Tidak hanya itu, Anang menilai, bahwa PKS merupakan partai yang tidak mudah diajak bermain. Kemudian, partai dakwah itu juga dikenal sebagai satu-satunya komitmen dengan Islam. Terkait pertemuan antara Jokowi dengan SBY, Anang menduga, presiden masih menunggu pertimbangan dari partai-partai koalisi pendukungnya. Karena, Jokowi harus bersikap hati-hati, ia tidak ingin keputusan politiknya memicu perpecahan di internal koalisi partai pendukung pemerintah. Termasuk pertimbangan apakah Partai Demokrat bakal memberikan keuntungan atau tidak.

"Pastinya menganggap pertemuan Jokowi-SBY sangat penting karena akan membawa kepentingan untuk Partai Demokrat itu sendiri. Termasuk untuk diakomodasi dalam kabinet ke depan," tutup Anang. PKS pun kemungkinan tetap akan berpegang pada hasil keputusan majelis syuro sebelumnya yang menyatakan, bahwa PKS tetap pada sikap berada di luar pemerintahan. PKS akan menggelar rapat majelis syuro dalam waktu yang belum ditentukan, dan kecil kemungkinan PKS akan mengubah sikapnya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Pengamat: Tak Etis Parpol Pendukung Prabowo Gabung ke JokowiPengamat: Tak Etis Parpol Pendukung Prabowo Gabung ke JokowiDiketahui, sinyal Gerindra akan gabung ke dalam pemerintahan semakin kuat.
Baca lebih lajut »

Pengamat: Demokrat Merapat ke Jokowi demi Persiapkan AHY di 2024Pengamat: Demokrat Merapat ke Jokowi demi Persiapkan AHY di 2024Dewi Fortuna Anwar menilai Partai Demokrat bisa jadi merapat ke pemerintahan karena perlu menyiapkan AHY untuk kontestasi Pilpres 2024
Baca lebih lajut »

Nama Calon Menteri Sudah Masuk, Pengamat: Idealnya Jokowi Sounding ke PublikNama Calon Menteri Sudah Masuk, Pengamat: Idealnya Jokowi Sounding ke PublikPresiden terpilih, Jokowi menyatakan, saat ini nama-nama calon Menteri yang akan menghuni deretan kabinet periode kedua...
Baca lebih lajut »

Pengamat Yakin Jokowi Tepati Janji Rekrut Menteri Muda ke KabinetPengamat Yakin Jokowi Tepati Janji Rekrut Menteri Muda ke KabinetLingkaran dekat yang bekerja mendampingi Jokowi bisa menjadi petunjuk kesiapannya memilih menteri muda
Baca lebih lajut »

Pengamat: Siapapun cenderung merapat ke JokowiPengamat: Siapapun cenderung merapat ke JokowiPengamat politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Dr Marianus Kleden mengatakan, siapapun ingin merapat ke Jokowi untuk menjadi bagian ...
Baca lebih lajut »

Ini Kata Pengamat soal Peluang Anak Jokowi di Pilwalkot SoloIni Kata Pengamat soal Peluang Anak Jokowi di Pilwalkot Solo
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 20:54:17