Penetapan Lina Mukherjee sebagai tersangka penistaan agama dinilai ‘berlebihan’: ‘Itu juga dosa dia, bukan dosa kita’ - BBC News Indonesia

Indonesia Berita Berita

Penetapan Lina Mukherjee sebagai tersangka penistaan agama dinilai ‘berlebihan’: ‘Itu juga dosa dia, bukan dosa kita’ - BBC News Indonesia
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 BBCIndonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 35 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 17%
  • Publisher: 50%

Penetapan Lina Mukherjee sebagai tersangka penistaan agama dinilai ‘berlebihan’: ‘Itu juga dosa dia, bukan dosa kita’.

Penetapan Lina Mukherjee sebagai tersangka penistaan agama dinilai ‘berlebihan’: ‘Itu juga dosa dia, bukan dosa kita’Selebgram Lina Mukherjee ditetapkan sebagai tersangka kasus penodaan agama terkait konten memakan babi yang dia unggah ke media sosial.Penetapan Lina Mukherjee, seorang pegiat media sosial, sebagai tersangka kasus penistaan agama karena konten video makan babi dengan mengucapkan “Bismillah”, dinilai “berlebihan” dan “tidak semestinya dipidanakan”, kata seorang pegiat.

Kasus ini bermula ketika Lina, yang merupakan seorang seleb di TikTok mengunggah video saat menyicipi kriuk babi. Pada Kamis , Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumsel menetapkan Lina sebagai tersangka kasus penistaan agama. “Toh dia juga tidak mengajak ramai-ramai. Kalau dia ramai-ramai berkampanye mengajak orang makan babi baca Bismillah, menurut saya, itu baru penistaan.”

“Atas nama kondusivitas sering kali melakukan pijakan untuk mengkriminalisasi orang, mereka berpikir itu akan memenuhi rasa keadilan masyarakat, tapi itu menjadi bola liar bagi orang untuk mengkriminalkan orang lain, membuka ruang lebar untuk memecah masyarakat akibat penistaan agama ini,” kata Zainal.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

BBCIndonesia /  🏆 42. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Kasus Penistaan Agama, Lina Mukherjee Besok Diperiksa di Polda SumselKasus Penistaan Agama, Lina Mukherjee Besok Diperiksa di Polda SumselSelebgram Lina Mukherjee direncanakan akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama pada Selasa (2/5/2023) besok.
Baca lebih lajut »

Foto dan Data Pribadinya Tersebar, Lina Mukherjee Disebut Mirip TKW IlegalFoto dan Data Pribadinya Tersebar, Lina Mukherjee Disebut Mirip TKW IlegalHebohnya polemik konten makan babi oleh Lina Mukherjee beberapa waktu lalu, menjadikan wanita bernama asli Lina Lutfiawati tersebut kini layaknya bulan-bulanan netizen.
Baca lebih lajut »

Bamsoet Ingatkan Komunitas Otomotif Hindari Dukung Capres BerlebihanSemangat persaudaraan komunitas otomotif harus mampu menghalau berbagai upaya adu domba.
Baca lebih lajut »

Alur Perselingkuhan di Drama Netflix 'Doctor Cha' Dikritik BerlebihanAlur Perselingkuhan di Drama Netflix 'Doctor Cha' Dikritik BerlebihanTerlepas dari kritikan itu, 'Doctor Cha' yang disiarkan pada 30 April sukses mencetak rating tertinggi sepanjang penayangan. Menurut Nielsen Korea, episode keenam meraih rating 13,2 persen.
Baca lebih lajut »

Pakar Hukum Pidana Sebut Penetapan Andi Pangerang sebagai Tersangka Sudah TepatPakar Hukum Pidana Sebut Penetapan Andi Pangerang sebagai Tersangka Sudah TepatPenetapan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang Hasanuddin, sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian, dinilai sudah tepat.
Baca lebih lajut »

Profil Ki Hadjar Dewantara, Sosok di Balik Penetapan Hari Pendidikan NasionalProfil Ki Hadjar Dewantara, Sosok di Balik Penetapan Hari Pendidikan NasionalHari Pendidikan Nasional alias Hardiknas diperingati setiap tanggal 2 Mei untuk mengenang jasa besar Ki Hadjar Dewantara.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 05:57:28