Mengutip laman WebMD, para peneliti menemukan 10.000 jenis virus dalam popok bayi.
Shah dan rekan-rekannya di Copenhagen Prospective Studies for Asthma in Childhood merekrut para ibu selama kehamilan. Para ibu tersebut setuju untuk mendaftarkan bayi mereka dalam penelitian setelah lahir.
Popok bekas dikumpulkan ketika bayi berusia 1 tahun, dan anak-anak sekarang berusia 12 tahun. Analisis popok adalah langkah pertama dalam penelitian, yang memiliki tujuan jangka panjang untuk mengidentifikasi penyebab penyakit peradangan kronis seperti asma, eksim, dan alergi."Hipotesis kami saat ini adalah bahwa muatan virus meningkat di usus bayi karena sistem kekebalan belum sempurna," tulis Shah.
Analisis selanjutnya akan memeriksa popok sejak bayi berusia 1 minggu dan 1 bulan untuk melihat apakah ada 10.000 jenis virus pada usia muda tersebut. Setelah itu, para penelitiAnak-anak dalam penelitian ini akan terus menyumbangkan informasi melalui popok bekas mereka,"Kami percaya bahwa banyak penyakit kronis dimulai pada masa kanak-kanak bahkan jika gejalanya muncul di kemudian hari," ungkap Shah.
"Untuk saat ini, setidaknya kita tahu bahwa memiliki usus yang penuh dengan virus pasti merupakan bagian alami dari bayi," paparnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Viral Status Peneliti BRIN Halalkan Darah dan Anggap Muhammadiyah Musuh |Republika OnlinePeneliti BRIN AP Hasanuddin menulis status viral, 'Sini saya bunuh kalian satu-satu'.
Baca lebih lajut »
Peneliti BRIN Ancam Bunuh Semua Warga Muhammadiyah, Kepala BRIN Enggan Beri Tanggapan |Republika OnlineKepala BRIN tidak ingin berkomentar dahulu terkait ancaman Andi Pangerang Hasanuddin
Baca lebih lajut »
Ancam Bunuh Warga Muhammadiyah, Oknum Peneliti BRIN: Saya Siap Diproses |Republika OnlinePeneliti BRIN AP Hasanuddin mengaku tulis ancam warga Muhammadiyah dan siap diproses.
Baca lebih lajut »
Peneliti BRIN AP Hasanuddin: Saya Minta Maaf |Republika OnlinePeneliti BRIN Andi Pangerang Hasanuddin mengaku minta maaf atas komentarnya di medsos
Baca lebih lajut »
Cuma Gegara Beda Tanggal Lebaran, Peneliti BRIN Ancam Bunuh Muslim MuhammadiyahHanya karena berbeda tanggal lebaran, peneliti BRIN berkomentar hendak membunuh muslim Muhammadiyah.
Baca lebih lajut »
Diancam Peneliti BRIN, Dadang Kahmad: Muhammadiyah tak Melayani Preman |Republika OnlineMuhammadiyah tidak akan memberikan respons terkait pernyataan peneliti BRIN.
Baca lebih lajut »