Kerja sama Pemkot Semarang dan Solo bertujuan untuk pengembangan pariwisata dan budaya di kedua kota tersebut.
Wanita yang akrab disapa Mbak Ita ini mengatakan detail kerja sama tersebut mencakup penelitian dan penggalian situs-situs warisan budaya di Semarang dan Solo.
"Karena sebenarnya, sejarah Kota Semarang ini tidak lepas dari Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Mataram, sehingga kami nanti berencana akan membuat story telling antara keterkaitan Solo dan Semarang," sambungnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pemkot Semarang Larang Kegiatan Bagi Takjil di Jalanan, Ini AlasannyaPemkot Semarang melarang masyarakat melakukan kegiatan berbagi takjil untuk berbuka puasa maupun sahur bersama di jalanan
Baca lebih lajut »
Lanjutkan Tradisi, Pemkot Semarang Gelar Dugderan Sambut RamadhanRADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Kirab Budaya Dugderan kembali digelar tahun ini dengan lebih meriah pasca pandemi. Tradisi yang telah digelar sejak 1881 tersebut menjadi salah satu event pariwisata unggulan kota Semarang dalam menyambut bulan suci Ramadhan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ja
Baca lebih lajut »
Waduh, Pemkot Semarang Larang Bagi Takjil di JalananPemkot Semarang melarang kegiatan pembagian takjil di jalanan karena dikhawatirkan menimbulkan kemacetan. Perwalnya sudah ada.
Baca lebih lajut »
Pemkot Semarang saat Ramadan: Larang Bagi-Bagi Takjil di Jalanan dan Batasi Jam Buka Tempat HiburanPemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah melarang masyarakat melakukan kegiatan berbagi takjil untuk berbuka puasa maupun sahur bersama di jalanan.
Baca lebih lajut »
Pemkot Semarang Batasi Jam Operasional Hiburan Malam Selama RamadanPemerintah Kota Semarang mengeluarkan surat edaran mengenai jam operasional usaha hiburan di masa Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah tahun 2023.
Baca lebih lajut »
Gibran Yakin Perputaran Uang di Solo saat Lebaran Lampaui Semarang dan JogjaPerputaran uang di Solo saat Ramadan dan lebaran diprediksi lebih tinggi dibanding Jogja dan Semarang yang merupakan ibu kota provinsi. Berikut alasan Gibran. Via detik_jateng
Baca lebih lajut »