Pemilih Muda Capai 100 Juta Orang, KPU: Suara Mereka Penentu  |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Pemilih Muda Capai 100 Juta Orang, KPU: Suara Mereka Penentu  |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 52 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 24%
  • Publisher: 63%

Peserta pemilu perlu mengakomodasi aspirasi anak muda.

Sebagai pemilih dengan proporsi mayoritas, kata Mellaz, tentu para anak muda ini akan jadi penentu siapa yang akan keluar sebagai pemenang pemilihan presiden dan pemilihan legislatif di setiap tingkatan."Mau tidak mau suara anak muda itu akan menentukan," kata Mellaz dalam sebuah diskusi di Kantor KPU RI, Jakarta, Jumat malam.

Karena itu, lanjut dia, calon presiden - wakil presiden hingga calon anggota legislatif harus punya visi dan program yang bisa mengakomodasi aspirasi anak muda. Program dan kampanye harus dibuat untuk menggaet pemilih muda yang jumlahnya mayoritas itu. Mellaz mengakui, bukan kontestan saja yang harus mengakomodasi aspirasi anak muda, tapi juga KPU sebagai penyelenggara. KPU harus berbenah agar sosialisasi pemilu bisa menjangkau anak muda. Salah satu caranya dengan mengedepankan penggunaan teknologi karena anak muda melek teknologi.

“Mau tidak mau, kami juga harus adaptif terkait pengembangan dan pemanfaatan teknologi, serta penyajian informasi," ujarnya. Mellaz mengatakan, salah satu bentuk adaptasi teknologi yang sudah dilakukan KPU adalah menyediakan pengecekan Daftar Pemilih Tetap secara online. Dengan begitu, anak muda bisa dengan mudah mengecek apakah dirinya sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum. “Jadi teman-teman tinggal masukin NIK-nya, lalu bisa cek nama dan lokasi TPS-nya," katanya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

KPU Sebut 60 persen Pemilih Indonesia di Pemilu 2024 Didominasi Kelompok MudaKPU Sebut 60 persen Pemilih Indonesia di Pemilu 2024 Didominasi Kelompok MudaKPU Sebut 60 persen Pemilih Indonesia di Pemilu 2024 Didominasi Kelompok Muda TempoNasional
Baca lebih lajut »

Pemilih Muda Harus Jadi Subjek PolitikPemilih Muda Harus Jadi Subjek Politik60% pemilih pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diproyeksikan berusia 17-39 tahun.
Baca lebih lajut »

Ini Alasan Peserta Kartu Prakerja Gelombang 48 Dibatasi Hanya 10.000 Peserta | merdeka.comIni Alasan Peserta Kartu Prakerja Gelombang 48 Dibatasi Hanya 10.000 Peserta | merdeka.comAirlangga menjelaskan pembatasan kuota peserta di gelombang ke 48 ini karena pemerintah memutuskan menggunakan skema normal dalam program Kartu Prakerja.,Menko Perekonomian Airlangga Hartarto,Airlangga Hartarto,Kartu Prakerja,Viral Hari Ini,Cara Daftar Kartu Prakerja,Manfaat Kartu Prakerja,Jakarta
Baca lebih lajut »

Bawaslu Surabaya Soroti Tahapan Coklit yang Belum BerjalanBawaslu Surabaya Soroti Tahapan Coklit yang Belum BerjalanBawaslu Kota Surabaya meminta petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) segera melaksanakan pencocokan dan penelitian (coklit).
Baca lebih lajut »

Jelang Ramadhan, Mentan Jamin Stok Pangan Cukup |Republika OnlineJelang Ramadhan, Mentan Jamin Stok Pangan Cukup |Republika OnlineSyahrul mengatakan produksi beras pada puncak panen akan capai minimal 5,9 juta ton.
Baca lebih lajut »

Berantas Hoaks, Tular Nalar Ajak Lansia dan Remaja Jadi Pemilih CerdasBerantas Hoaks, Tular Nalar Ajak Lansia dan Remaja Jadi Pemilih CerdasProgram Tular Nalar bentukan Mafindo bersama Ma’arif Institute, Love Frankie, serta didukung Google.org, menggelar kegiatan Akademi Digital Lansia dan Sekolah Kebangsaan.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 20:42:10