Pemerintah Sebut Jamur Enoki Berbakteri Listeria Monocytogenes Belum Sempat Beredar: Tak Perlu Resah - Tribunnews.com

Indonesia Berita Berita

Pemerintah Sebut Jamur Enoki Berbakteri Listeria Monocytogenes Belum Sempat Beredar: Tak Perlu Resah - Tribunnews.com
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 tribunnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 51 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 24%
  • Publisher: 51%

Pemerintah Sebut Jamur Enoki Berbakteri Listeria Monocytogenes Belum Sempat Beredar: Tak Perlu Resah via tribunnews

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, pemusnahan jamur enoki berbakteri yang dilakukan perusahaan importir asal Korea beberapa hari lalu adalah langkah antisipatif.

“Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap tenang, yang telah terjadi kemarin adalah langkah antisipatif dan pengawasan pemerintah. Kami menjaga pangan masyarakat sehat dan aman," ungkap Kuntoro kepadaMenurut Kuntoro, pengawasan telah dilakukan baik Badan Ketahanan Pangan di gudang, maupun Badan Karantina Pertanian di pelabuhan pemasukan.Pasalnya cemaran bakteri Listeria monocytogenes ini ditemukan lebih awal.

Buah dan sayuran dalam negeri yang diproduksi petani lokal, juga telah diawasi oleh otoritas keamanan pangan daerah. "Konsumsilah produk pangan segar dan sehat. Jangan lupa mencuci dengan air bersih, dan biasakan memasak secara benar. Untuk jamur enoki ini sebaiknya tidak dikonsumsi mentah atau setengah matang. Masaklah jamur tersebut dengan suhu minimal 75 derajat celcius, serta jika disimpan mentah, pisahkan dari pangan siap saji," lanjut Kuntoro.

Jaminan keamanan dan mutu pangan merupakan kewajiban bersama baik pemerintah maupun pihak-pihak terkait.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

tribunnews /  🏆 37. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Mendikbud Belum Adaptasi Kurikulum, Komisi X DPR Sebut Belajar Jarak Jauh Tak EfektifMendikbud Belum Adaptasi Kurikulum, Komisi X DPR Sebut Belajar Jarak Jauh Tak EfektifKetua Komisi X DPR RI Syaiful Huda menilai pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19 yang diterapkan Kemendikbud tidak akan berjalan efektif.
Baca lebih lajut »

Terawan Sebut Dokter Reisa Beri Keteduhan di Tengah PandemiTerawan Sebut Dokter Reisa Beri Keteduhan di Tengah PandemiTerawan mengucapkan terima kasih kepada Dokter Reisa yang hadir menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pencegahan penularan Covid-19.
Baca lebih lajut »

NYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di AfghanistanNYT: Intel AS Sebut Rusia Perintahkan Pembunuhan Tentara Amerika di AfghanistanSebuah laporan mengatakan intelejen Amerika menduga bahwa militer Rusia menawarkan hadiah kepada militan Taliban untuk membunuh tentara Amerika dan koalisinya. 8ukasindo
Baca lebih lajut »

Menteri PUPR sebut APBN instrumen paling penting pulihkan ekonomiMenteri PUPR sebut APBN instrumen paling penting pulihkan ekonomiMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen ...
Baca lebih lajut »

Ridwan Kamil Sebut COVID-19 Penyakit Orang KotaRidwan Kamil Sebut COVID-19 Penyakit Orang KotaRidwan Kamil juga mengeluarkan larangan sementara buat warga dari luar Jawa Barat berkunjung ke Taman Safari. RidwanKamil
Baca lebih lajut »

PBNU Sebut RUU HIP Ibarat Membuka Kotak PandoraPBNU Sebut RUU HIP Ibarat Membuka Kotak PandoraPengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai bahwa pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Haluan Ideologi Pancasila...
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 18:34:17