Pemerintah memberikan pengelolaan Blok Corridor kepada ketiga kontraktor lama
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plt Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Djoko Siswanto menjelaskan alasan di balik keputusan pemerintah memberikan pengelolaan blok Corridor kepada ketiga kontraktor lama Connoco Phillips, Repsol, dan Pertamina.
Kata Djoko, pemerintah memutuskan memberikan pengelolaan blok tersebut kepada ketiga kontraktor lama untuk bersama-sama menjadi pengelola Blok Corridor usai kontrak berakhir pada 2023. Ini berdasarkan proposal bersama yang diajukan ketiga kontraktor tersebut kepada pemerintah. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Dwi Soetjipto mengatakan, pemerintah sangat menaruh perhatian dengan keberlanjutan lifting dan proses transisi yang berjalan dengan baik. Kedua hal ini penting dalam menentukan pola keberlangsungan Blok Corridor ini.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pengamat: Keputusan Pemerintah soal Blok Corridor TepatPerubahan kontrak migas dari cost recovery menjadi gross split dinilai tepat.
Baca lebih lajut »
Pertamina Siap Kelola Blok Corridor Mulai Tahun 2026Pada 2023-2026 operator Blok Corridor adalah Conoco Philips. Pertamina akan mengelolanya pada 2026-2043.
Baca lebih lajut »
SKK Migas: Porsi Blok Corridor Terbaik bagi PertaminaPertamina bisa melakukan persiapan sebelum akan mengambil alih blok sepenuhnya.
Baca lebih lajut »
SKK Migas Tanggapi Turunnya Lifting 5 Blok Migas PertaminaPenurunan lifting migas Pertamina berdampak pada pendapatan negara
Baca lebih lajut »
Vietnam Sita 125 Kg Cula BadakVietnam menyatakan telah menyita lebih dari 125 kg cula badak yang disembunyikan dalam kemasan blok yang diplester.
Baca lebih lajut »
Pengamat: Keputusan Pemerintah soal Blok Corridor TepatPerubahan kontrak migas dari cost recovery menjadi gross split dinilai tepat.
Baca lebih lajut »