Pencemaran limbah medis di Laut Bali membuktikan belum adanya sistem pengolahan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Ketua DPD Sultan B Najamudin mendesak pemerintah untuk mengembangkan teknologi pengolahan limbah medis di Indonesia. Terutama limbah medis akibat pandemi Covid-19.
Baca Juga Menurut dia, masih buruknya pengelolaan limbah terlihat mulai dari kurangnya upaya pencegahan atau setidaknya pengurangan jumlah limbah. Selain itu juga ketiadaan sistem pemilahan, penempatan atau pengumpulan limbah tidak sesuai aturan, serta masih tidak konsistennya sistem pengolahan dan pembuangan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Apa Itu Abalone, Siput Laut yang Harganya Mahal?Abalone merupakan siput laut berukuran besar yang rasanya enak dan harganya sangat mahal.
Baca lebih lajut »
Johnny Plate Minta Operator Seluler Optimalkan Kabel LautDibandingkan tahun 2019, kapasitas bandwidth perkapita hanya berkisar 0,063 dengan ranking cukup rendah di ASEAN.
Baca lebih lajut »
Gempa Susulan dari Laut Selatan Banten Terekam Hingga Sabtu Dini HariGempa Susulan dari Laut Selatan Banten Terekam Hingga Sabtu Dini Hari TempoTekno
Baca lebih lajut »
Bukan Kaleng-kaleng! Potensi Hasil Laut Maluku Capai Rp 117 TPotensi hasil laut dari Maluku yang berada di zona 3 mencapai 3,9 juta ton dengan nilai mencapai Rp 117 triliun.
Baca lebih lajut »
Kemenhan dan UGM Kerja Sama Kembangkan Iptek Pertahanan |Republika OnlineIndonesia akan maju dan disegani jika menguasai teknologi.
Baca lebih lajut »