Beyond the Breaking News

Pemerintah China Beli Semua Daging Hewan Liar Untuk Bantu Peternak

Indonesia Berita Berita

Pemerintah China Beli Semua Daging Hewan Liar Untuk Bantu Peternak
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Pemerintah China akan membeli daging hewan liar dari peternakan untuk membantu para petani. Hal ini terjadi setelah larangan konsumsi daging hewan liar. China HewanLiar via detikfood

Hampir seluruh pemerintah di berbagai provinsi China menawarkan bantuan uang tunai untuk para petani yang beternak hewan liar. Biasanya hewan liar ini mereka ternak untuk diambil dagingnya dan dijual di pasar.

Namun karena wabah virus Corona membuat mereka tak bisa menjual hasil ternak apalagi ditambah dengan larangan konsumsi daging liar. Setidaknya ada empat provinsi yang akan membantu peternak untuk tetap bertahan hidup.Kebanyakan dari peternak ini menggantungkan hidup mereka dengan menjual spesies hewan liar seperti landak, kobra, hingga muntjac. Dilansir dari Daily Mail UK , kerugian industri daging hewan liar di China mencapai triliunan rupiah. Kini Provinsi Hunan, di mana wilayah Hubei menjadi tempat penyebaran virus Corona pertama akan mensubsidi semua peternak hewan liar yang memiliki izin resmi. Pemerintah akan membayar landak dengan harga 630 yuan per ekornya. Lalu harga satu ekor angsa sekitar 378 yuan , dan harga kijang China atau muntjac berkisar 2,457 yuan .Lalu ada juga musang yang harganya mencapai 600 yuan . Tak ketinggalan pemerintah juga akan membantu para peternak tikus bambu yang sangat populer di China. Pemerintah menghargai satu tikus bambu sekitar 75 yuan . Totalnya ada 14 spesies hewan liar yang akan dibeli pemerintah China secara bertahap. Selain itu ada juga Provinsi Jiangxi yang menawarkan bonus uang tunai untuk mengganti peternakan hewan liar menjadi kebun jeruk atau teh. Beberapa pemerintah daerah juga mencanangkan program kerjasama dengan perusahaan besar, di mana nantinya pemerintah yang akan menggaji para peternak ini.Aksi ini mendapatkan banyak pujian dari para ahli. Seperti Dokter Peter Li yang merupakan perwakilan dari organisasi Humane Society International . Ia menyebutkan bahwa dengan memberikan alternatif serta bantuan ke peternak hewan liar bisa menjadi penyelesaian masalah yang efektif. "Para peternak di China tak hanya memiliki pilihan untuk meninggalkan bisnis yang membahayakan kesehatan manusia ini. Mereka juga bisa bertransisi untuk menjalankan bisnis yang lebih manusiawi dan ramah lingkungan, seperti berkebun bahan-bahan makanan yang populer di China," dukung Dokter Peter. Meski begitu ada beberapa organisasi internasional yang menyarankan Pemerintah China untuk fokus ke industri bulu hewan dan obat tradisional yang masih menggunakan hewan liar.

GooglePlease follow us on Google to support us
Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikcom /  🏆 29. in İD

 

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

China Kirim Tim Selidiki Kematian Duta Besar di Israel |Republika OnlineChina Kirim Tim Selidiki Kematian Duta Besar di Israel |Republika OnlineDuta Besar China Du Wei ditemukan meninggal di kediamannya pada Ahad
Baca lebih lajut »

208 Panda Ikut Tes Corona di China208 Panda Ikut Tes Corona di ChinaDi China, bukan manusia saja yang ikut tes Corona. Ratusan panda juga ikutan tes di Negeri Tirai Bambu. Panda China via detikinet
Baca lebih lajut »

Corona, Konsumen RI Lebih Khawatir daripada China dan IndiaCorona, Konsumen RI Lebih Khawatir daripada China dan IndiaStudi McKinsey menunjukkan konsumen Indonesia sangat khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan pengeluarannya di tengah pandemi virus corona.
Baca lebih lajut »

Huawei Digencet AS, China Ancam Lumpuhkan AppleHuawei Digencet AS, China Ancam Lumpuhkan AppleApple pantas khawatir dengan upaya balas dendam China setelah Huawei kembali digencet pemerintah AS. Sebagai raksasa teknologi yang banyak bergantung pada China, posisi Apple memang rentan. Apple China via detikinet
Baca lebih lajut »

Dubes China Tewas di Israel, China Kirim Tim untuk Jemput JenazahnyaDubes China Tewas di Israel, China Kirim Tim untuk Jemput JenazahnyaPara pejabat China akan tiba di Israel dalam beberapa hari mendatang, tapi belum diketahui apakah harus menjalani karantina 14 hari dulu.
Baca lebih lajut »

Ahli Pemerintah Sebut China Dihantui Gelombang Kedua CoronaAhli Pemerintah Sebut China Dihantui Gelombang Kedua CoronaPenasihat medis pemerintah China mengatakan Negeri Tirai Bambu masih menghadapi ancaman gelombang kedua corona meski telah mencapai puncak pandemi.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2026-07-20 07:06:09