Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif buka suara terkait dengan kondisi selisih harga Pertamax dan Pertalite yang makin jauh.
Hal ini menyusul langkah PT Pertamina yang baru saja menaikkan harga BBM non subsidinya. Pertamax dari harga Rp 13.300 menjadi Rp 14.000 per liter. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran adanya pergeseran konsumen Pertamax ke Pertalite yang merupakan bahan bakar subsidi. Jika harga Pertamax dan Pertalite yang semakin jauh bisa mendorong konsumsi Pertalite artinya kuota Pertalite bisa jebol.
"Tapi lihat aja nanti stabilitasnya. Karena memang konsumsi global agak menurun. Kita lihat aja, mudah-mudahan penurunannya ini konstan sehingga ada keseimbangan baru. Tapi kita juga lagi mengevaluasi," tambahnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Disparitas Harga Pertamax cs dengan Pertalite Makin Lebar, Ini Kata BPH MigasDispasitas harga Pertamax cs dengan Pertalite yang makin melebar mencapai Rp 4.000 per liter.
Baca lebih lajut »
Harga BBM Non Subsidi Kembali Naik, Pengguna Pertamax Berpotensi Beralih ke PertalitePT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi. Hal ini membuat sejumlah masyarakat berpotensi beralih ke BBM subsidi.
Baca lebih lajut »
Harga Pertamax Cs Tinggi, Waspada Migrasi ke PertaliteWaspada migrasi penggunaan Pertamax ke BBM Pertalite, Kuota bisa jebol..
Baca lebih lajut »
Harga BBM Non-Subsidi Naik, Komunitas CAI: Produk Pertamina Tetap Jadi PilihanHampir sebagian besar anggota komunitasnya tetap menggunakan Pertamax series, terutama Pertamax RON 92.
Baca lebih lajut »
Pemerintah Perlu Antisipasi Lonjakan Pembelian Pertalite Pasca Kenaikan Harga BBM NonsubsidiPenambahan kuota BBM bersubsidi sangat terbuka, dengan memperhatikan perkembangan situasi terbaru Pemerintah dan DPR bisa saja menetapkan kuota baru.
Baca lebih lajut »