Lukisan kaligrafi tersebut juga ada yang dilengkapi dengan jam dinding.
MEMASUKI Ramadan, pelukis-pelukis kaligrafi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mulai banjir pesanan. Meski tidak seramai tahun-tahun sebelumnya akibat pandemi covid-19, usaha kaligrafi ini mulai menggeliat kembali.
Salah satu pelukis yang mendapat banyak pesanan ialah Hamid Lutfi. Dia tinggal di Kabupaten Sidoarjo terletak di Desa Anggaswangi, Kecamatan Sukodono. Tepatnya di Jalan Arumdalu RT 11 RW 6. Di lokasi itu ada workshop lukisan kaligrafi milik Hamid Lutfi yang berdiri sejak 2000 silam. Hamid Lutfi bersama empat karyawannya, saat Ramadan ini sibuk memproduksi kaligrafi pesanan konsumen, baik dari kalangan swasta maupun instansi pemerintah.Setiap hari Hamid membuat lukisan mulai dari model relief Ka'bah, Masjid Nabawi, Raudhah maupun kaligrafi relief.
"Pada Ramadan sebelum covid-19 dulu, bisa mencapai seratusan pesanan, tapi Ramadan tahun ini mungkin 50an," kata Hamid, Kamis . Selain model relief, kaligrafi yang dijual ada yang berupa cetakan seperti sablon. Untuk itu dia harus membuat mal atau bentuk dasar kaligrafi. Selanjutnya bisa dicetak hingga lima ribuan gambar. "Pokoknya tergantung permintaan konsumen, kami siap melayani," kata Hamid.Hamid menghargai lukisan kaligrafi bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. Lukisan kaligrafi ukuran 120 cm x 74 cm dihargai Rp2,5 juta. Sementara ukuran 90 cm x 60 cm dijual Rp950 ribu hingga Rp1,2 juta.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Djoeari Soebardja, Pelukis Kelas Internasional Asal Kota BatuDi sela-sela kesibukannya mengajar, Djoeari Soebardja tetap produktif menghasilkan karya lukisan. Bahkan ada yang dikirim ke Amerika Serikat untuk ikut pameran.
Baca lebih lajut »
Gemar Poles Pernak-Pernik Fashion dengan Lukisan, Suci Widaryati Cuan BesarDi sela aktivitasnya sebagai pengajar, Suci Widaryati biasa memanfaatkan waktu luangnya untuk melukis pernak-pernik fashion. Mulai baju, topi, tas, hingga sandal tak luput dari polesan warga Kelurahan Madiun Lor, Manguharjo, itu.
Baca lebih lajut »
Sempat Surut, Desa Mintobasuki Pati Kembali Terendam Banjir Setelah Diguyur Hujan SemalamanSetelah sempat surut, banjir kembali menggenangi permukiman warga di Dukuh Jrakah, Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akibat diguyur hujan lebat sejak Senin (20/3/2023) sore hingga malam.
Baca lebih lajut »
Satu Desa di Kabupaten Pati Masih Terendam BanjirSatu desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih terendam banjir, Selasa (21/3).
Baca lebih lajut »
PBB: Beberapa Bulan Setelah Banjir, Jutaan Orang Kekurangan Air Bersih di PakistanDana Anak-anak PBB (UNICEF), Selasa (21/3), memperingatkan bahwa setelah banjir dahsyat musim panas lalu, 10 juta orang di Pakistan, termasuk anak-anak, masih tinggal di daerah yang terkena banjir tanpa akses ke air minum yang aman. Pernyataan dari UNICEF ini menegaskan situasi yang...
Baca lebih lajut »
Banjir Bandang Hantam 2 Kampung di Kabupaten Solok SumbarAkibat banjir bandang tersebut, kaporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok, sejumlah rumah warga rusak.
Baca lebih lajut »