Beyond the Breaking News

Pelemahan Rupiah Berpotensi Hambat Program 3 Juta Rumah

REI News

Pelemahan Rupiah Berpotensi Hambat Program 3 Juta Rumah
Kurs RupiahRupiahRupiah Hari Ini

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap berpotensi mengancam penyerapan rumah subsidi, termasuk program 3 juta rumah.

Bagaimana pelemahan rupiah mempengaruhi biaya di sektor properti? Ketua Umum DPP REI Joko Suranto mengatakan, kurs rupiah yang loyo turut memberikan tekanan kepada perusahaan manufaktur di sektor industri padat karya yang punya pinjaman dalam dolar Amerika Serikat , atau suplai bahan bakunya berasal dari luar negeri.

"Kalau pada batas tertentu, waktu tertentu, taruh 3 bulan, 6 bulan kan mungkin mereka masih bisa nahan. Tapi kalau setelah itu kan, itu menjadi sesuatu yang agak bahaya kan," ujar Joko saat ditemui di Jakarta, Senin . Joko juga mengingatkan dampak pelemahan rupiah terhadap sektor logistik yang berpotensi memberikan tambahan biaya. Pelemahan daya beli masyarakat pun tak luput dari pantauannya, lantaran berpotensi membuat angka penyerapan rumah ikut terhambat.

"Jadi kalau dollar ini semakin tinggi, atau pelemahan rupiah ini, maka juga mengancam terhadap daya beli. Yang kedua juga mendorong kenaikan biaya. Dan itu sama-sama tidak bagus terhadap program 3 juta rumah ini, khususnya untuk penyerapan FLPP ," tuturnya. Di sisi lain, ia menilai penjualan rumah komersil untuk kelompok menengah atas cenderung lebih tidak terdampak, lantaran punya daya dukung lebih tinggi.

Namun, Joko siaga atas menurunnya penyerapan rumah subsidi dari kelompok menengah bawah. Kuota FLPP untuk rumah subsidi yang semula hanya 166 ribu unit, akan bertambah hingga 200 ribu unit untuk periode 2024. Terlebih, ia mencatut fenomena pergeseran kelas menengah yang mencapai angka 10 juta orang. Merujuk pada menyusutnya populasi kelas menengah di Indonesia dari 57,3 juta pada 2019 menjadi 47,2 juta pada 2024.

"Nah sekarang pun relatively juga belum ada perubahan. Kalau dulunya mantab, makan tabungan kan, sekarang ini ada kecenderungannya makan dari utang, ini bahaya," tegas dia. Lebih lanjut, Joko bersyukur banyak pengembang sudah menyetok meterial untuk beberapa bulan ke depan. Sehingga, pelemahan rupiah untuk saat ini belum begitu berdampak pada sektor properti.

"Untuk sementara ini belum signifikan, karena persediaan bahan-bahan di kami itu sudah banyak. Jadi barang-barang sudah kita stok," ungkap dia.

"Mungkin ini akan berdampak terhadap 2-3 bulan akan datang. Otomatis kan stok pabrik akan beda dia kan. Ya otomatis harga pasar juga naik," kata Joko.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

Kurs Rupiah Rupiah Rupiah Hari Ini Manufaktur Industri Padat Karya Rumah Subsidi

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Rupiah Terpuruk ke Rp 17.518 per Dollar AS, Ekonom Prediksi Harga Barang Naik dalam 2-3 BulanRupiah Terpuruk ke Rp 17.518 per Dollar AS, Ekonom Prediksi Harga Barang Naik dalam 2-3 BulanPelemahan rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level Rp 17.600 per dollar AS pada Jumat (15/5/2026). Kondisi ini dipicu kombinasi tekanan eksternal dan domestik yang membebani pasar keuangan. Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kembali melemah hingga menembus level psikologis Rp17.500 per dollar AS pada pertengahan Mei 2026. Pelemahan rupiah memiliki dampak langsung terhadap harga bahan baku impor, termasuk sektor energi seperti bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Menurut pakar ekonomi dan bisnis Universitas Hasanuddin, Makassar, Prof. Hamid Paddu, pelemahan rupiah memiliki dampak langsung terhadap harga BBM. Hamid menjelaskan, Indonesia masih berstatus sebagai net importir minyak sejak 2004, dengan kebutuhan BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 650 ribu barel per hari. Impor tentu dibeli dengan nilai mata uang valuta asing, dalam hal ini dollar AS. Makanya, nilai tukar sangat mempengaruhi harga BBM. Selain sektor energi, barang-barang konsumsi yang bergantung pada bahan baku impor juga berpotensi mengalami tekanan harga jika tren pelemahan rupiah berlanjut. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi merupakan hal yang wajar dalam sistem pasar, karena mengikuti perubahan biaya produksi dan impor. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap mekanisme harga energi sekarang sudah semakin baik, sehingga perubahan harga BBM nonsubsidi relatif tidak menimbulkan gejolak. Bisakah terulang? Rupiah terpuruk ke Rp 17.518 per Dollar AS hari ini, ekonom prediksi harga barang naik dalam 2-3 bulan.
Read more »

Pelemahan Nilai Tunai Rupiah Masih berlanjutPelemahan Nilai Tunai Rupiah Masih berlanjutNilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus menunjukkan tren pelemahan yang mengkhawatirkan. Setelah menembus level Rp 17.000 per dolar AS pada awal April lalu, rupiah semakin terdepresiasi hingga berulang kali menyentuh titik terendah sepanjang sejarah. Pada Jumat (15/5/2026) sore, mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperdagangkan di level Rp 17.598, melemah sekitar 0,4 persen dibandingkan hari sebelumnya. Bahkan, dalam sesi pembukaan, rupiah sempat menembus level Rp 17.604 per dolar AS.
Read more »

Akar Pelemahan Rupiah Bukan Cuma Perang, melainkan Masalah PemerintahAkar Pelemahan Rupiah Bukan Cuma Perang, melainkan Masalah PemerintahPernyataan Presiden Prabowo Subianto soal rupiah dinilai menyepelekan dampak ekonomi dari pelemahan rupiah bagi warga desa.
Read more »

Pelemahan Rupiah Saat Ini Hanya Musiman, BI Optimis Rupiah Kuat Lagi di Juli 2026Pelemahan Rupiah Saat Ini Hanya Musiman, BI Optimis Rupiah Kuat Lagi di Juli 2026BI sebut pelemahan rupiah terhadap dolar dipicu faktor musiman. RI optimis rupiah dapat menguat lagi mulai Juli 2026 untuk stabilisasi ekonomi.
Read more »



Render Time: 2026-06-14 23:52:47