Kepedulian Pemkot Blitar terhadap lingkungan hidup kembali mendapatkan apresiasi. Kota Blitar meraih penghargaan penyusun Informasi Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (IKPLHD).
Penghargaan diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa diterima Plt. Wali Kota Blitar, Santoso saat peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia di Mayangan Kabupaten Probolinggo, Minggu .
Plt. Wali Kota Blitar, Santoso menyatakan penghargaan ini harus dijadikan motivasi untuk terus menjadikan Kota Blitar sebagai kota yang peduli lingkungan hidup. “Saya memberikan apresiasi kepada organisasi perangkat daerah , sekolah, dan warga masyarakat yang telah melaksanakan aksi nyata peduli terhadap lingkungan,” kata Santoso.
Lebih lanjut Santoso menyatakan rasa bangganya kepada sekolah–sekolah yang telah menerima penghargaan adiwiyata. “Ini sangat membanggakan bagi Kota Blitar dan saya harapkan dapat menjadi teladan bagi kelurahan dan sekolah lain. Prestasi ini harus ditiru dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain,” jelas wawali.
Melalui program ini diharapkan dapat diperoleh ilmu pengetahuan, pengalaman, dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Diklakson Tidak Beranjak, Pria di Blitar Tewas Disambar KA MataremajaSeorang laki laki tanpa identitas tergilas Kereta Api Mataremaja jurusan Malang-Blitar di perlintasan KA KM 86 70 Desa Pohgajih, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.
Baca lebih lajut »
Gempa M 4,5 Terjadi di BlitarGempa bumi dengan magnitudo 4,5 terjadi di Kabupaten Blitar, jawa Timur. Gempa ini tak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
Baca lebih lajut »
Keputusan PKB Blitar di Pilkada 2020 Tunggu Suara NUDalam membuat keputusan di pilkada 2020, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar memastikan akan mendengarkan suara Nahdlatul Ulama (NU) lebih dulu.
Baca lebih lajut »
Nasib Petani di Lumbung Padi – Kompas.idDua dasawarsa lalu, Sutarman (45) datang dari Blitar, Jawa Timur, ke Lampung membawa sejumput harapan bisa mengubah hidupnya. Namun, nasib membawanya tak jauh berbeda, menjadi buruh tani di sawah milik orang lain.
Baca lebih lajut »