PBB: Rusia dan Ukraina Harus Disalahkan atas Serangan di Panti Jompo Sindonews BukanBeritaBiasa .
di wilayah timur Luhansk. Puluhan pasien lanjut usia dan penyandang cacat, banyak dari mereka terbaring di tempat tidur, terjebak di dalam bangunan tanpa air atau listrik.
Tetapi sebuah laporan baru PBB telah menemukan bahwa Angkatan Bersenjata Ukraina juga menanggung sebagian besar kesalahan, dan mungkin sama, atas apa yang terjadi di Stara Krasnyanka, yang berjarak sekitar 580 kilometer tenggara Kiev. Beberapa hari sebelum serangan, tentara Ukraina mengambil posisi di dalam panti jompo, yang secara efektif menjadikan gedung itu sebagai sasaran.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sebuah Serangan Rudal Milik Rusia Kembali Hantam Sebuah Aparatemen di Donbas Ukraina, 15 Orang Dilaporkan TewasSebuah serangan rudal milik militer Rusia kembali menghantam sebuah apartemen di Donbas, Ukraina. Dalam peristiwa tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang.
Baca lebih lajut »
Suasana Idul Adha di Crimea, Wilayah Ukraina yang Dianeksasi RusiaDi tengah invasi Rusia, umat Muslim di Crimea merayakan Idul Adha di wilayah Ukraina yang telah dianeksasi Rusia sejak 2014 lalu
Baca lebih lajut »
3 Senjata Ini Bisa Bantu Ukraina 'Hancurkan' RusiaUkraina membutuhkan tiga jenis senjata untuk membantu mengakhiri perang.
Baca lebih lajut »
Rudal Rusia Hantam Apartemen Ukraina, 15 Orang TewasSebuah rudal Rusia menghantam sebuah gedung apartemen di Ukraina timur pada Minggu (11/7/2022), menewaskan sedikitnya 15 orang.
Baca lebih lajut »
Perang Rusia dan Ukraina Makan Korban Lagi, Mesir Sekarang Krisis!Masyarakat di Mesir mulai mengurangi pasokan makanan karena tingginya harga akibat inflasi. Hal ini dipicu oleh perang antara Rusia dan Ukraina.
Baca lebih lajut »
Kisah Pemuda Rusia Tinggalkan Negara, Takut Jalani Tugas Militer Sejak Invasi Moskow ke Ukraina - Tribunnews.comPemuda Rusia yang merupakan seniman digital mengaku takut jika diwajibkan menjalani tugas militer sejak Moskow menginvasi Ukraina, ini kisahnya.
Baca lebih lajut »