Media bisa mewartakan potensi budaya, keindahan, keramahan, dan keamanan Papua.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional XX Tahun 2021 berharap media tidak hanya memberitakan kejuaraan empat tahunan tersebut. Tetapi juga mewartakan potensi sosial budaya, keindahan, keramahan, dan keamanan Papua.
Yusuf Wonda dalam keterangan resminya mengatakan pihaknya bertekad untuk membuat semua orang yang datang dan pulang dari Papua penuh senyum dengan pelaksanaan pesta olahraga akbar di Tanah Air pada 2–13 Oktober 2021. PB PON akhirnya meminta dukungan KONI Pusat dan PWI Pusat untuk menentukan standar dan persyaratan pendaftaran wartawan yang akan meliput PON yang pertama kali di Bumi Cendrawasih itu.
Harapan PB PON itu disambut dengan baik oleh pihak KONI Pusat maupun PWI. Menurut Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, penundaan PON harus dimanfaatkan dengan baik untuk memantapkan persiapan termasuk publikasi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Habiskan Rp 141,082 Miliar, Ini Bangunan Terdampak Kerusuhan Papua yang Sudah DirekontruksiTotal anggaran yang diperlukan untuk melakukan rekonstruksi sejumlah bangunan tersebut mencapai Rp 141,082 miliar.
Baca lebih lajut »
Dua Tahun Hasil Tes CPNS di Papua Barat Belum KeluarMasalah kuota 80% orang asli Papua harus terpenuhi dalam hasil CPNS 2018 menjadi persoalan hingga kini. Akibatnya hasil tes CPNS 2018 belum juga keluar.
Baca lebih lajut »
Anak-anak Papua Berjibaku Memadamkan Api di Hutan Lindung WamenaSungguh mulia hati sejumlah bocah di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua. Bagaimana tidak, dengan langkah cepat,...
Baca lebih lajut »
Staf KPU Yahukimo Papua Tewas Dibunuh Orang Tak DikenalSeorang staf KPU Yahukimo, Papua tewas dibunuh orang tak dikenal di wilayah Dekai, Papua.
Baca lebih lajut »
Kapolda Papua: Staf KPU Yahukimo Dibunuh OTK |Republika OnlineHendrik Johpinski (25) dibunuh OTK saat dalam perjalanan kembali ke Dekai.
Baca lebih lajut »