Pasukan Israel dilaporkan terus bersiaga dan siap tempur melawan Hamas di Jalur Gaza dalam beberapa waktu mendatang.
Sejak Sabtu , pihak militer Israel terus mengingatkan lebih dari 1,1 juta penduduk kota Gaza di sebelah utara untuk segera mengungsi ke daerah selatan. IDF menyatakan bahwa warga Kota Gaza harus segera meninggalkan wilayah tersebut, yang telah diultimatum selama 6 jam sejak Sabtu .
, seorang juru bicara IDF mengatakan pada Sabtu waktu AS bahwa warga kota Gaza masih memiliki waktu untuk segera pergi. IDF menuding Hamas telah menghalang-halangi warga Gaza untuk pergi dan menggunakan jutaan warga sipil tersebut sebagai"tameng manusia" agar tidak diserang oleh IDF. Imbas belum meratanya proses evakuasi warga sipil Palestina di wilayah Gaza, IDF menyatakan bahwa invasi darat menuju Jalur Gaza tidak akan dilakukan oleh IDF pada Minggu .Ribuan tank hingga peralatan militer kelas berat sedang dipindahkan ke garda terdepan. Al Jazeera melaporkan, serangan skala besar ke Gaza dapat segera dimulai dalam beberapa hari ke depan. Juru bicara IDF Letkol Jonathan Conricus mengatakan, pihak IDF tidak akan mengubah rencana mereka untuk melancarkan operasi militer besar-besaran ke wilayah Gaza untuk menyerang pihak Hamas. Namun, Cornicus memastikan bahwa penyerangan tersebut tidak akan dilakukan hingga seluruh warga sipil Gaza telah meninggalkan pusat konsentrasi konflik. "Hal yang penting untuk difokuskan di sini adalah kami akan memulai operasi militer signifikan hanya setelah kami melihat bahwa warga sipil telah meninggalkan wilayah ini," kata Letnan Kolonel Jonathan Conricus, seperti diberitakan oleh CNN, Minggu . Cornicus menyatakan, pihak IDF telah memberikan waktu lebih dari cukup untuk pemberlakuan proses evakuasi itu. Meski begitu, tak seluruh warga Gaza segera berpindah ke selatan. Oleh karena itu, ia meminta setiap warga sipil Gaza mengindahkan perintah IDF agar tidak menjadi korban peperangan antara Israel melawan Hamas. "Orang-orang di Gaza tahu bahwa kami sudah sangat, sangat murah hati dengan waktu. Kami telah memberikan peringatan yang cukup, lebih dari 25 jam. Saya tidak bisa lagi cukup menekankan untuk mengatakan bahwa sekarang adalah saatnya bagi warga Gaza untuk pergi," tegas Cornicus.Menurut Cornicus, saat ini wilayah Jalur Gaza sudah dipenuhi oleh"ratusan ribu unit cadangan Israel" yang sudah bersiaga untuk menjalankan berbagai misi dan operasi. "Tantangan dan misi kami adalah memiliki lebih dari 360.000 pasukan cadangan ini, baik di selatan maupun di utara," jelas Cornicus. "Kami menyiapkan mereka untuk menjalankan misi, dipersenjatai, diberikan tugas dan siap bertugas untuk setiap perintah apa pun di masa depan," tambahnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
12 Staf PBB tewas dalam serangan udara Israel ke Jalur GazaSebanyak 12 staf dan personel Perserikatan Bangsa-Bangsa tewas dalam serangan udara Israel ke Jalur Gaza setelah serangan Hamas ke Israel, menurut keterangan ...
Baca lebih lajut »
Putin Samakan Israel dengan Nazi Gegara Berniat Kepung Jalur GazaPresiden Rusia Vladimir Putin menyamakan memblokade Jalur Gaza Palestina oleh Israel seperti blokade Nazi terhadap Leningrad selama Perang Dunia II.
Baca lebih lajut »
PM Netanyahu sebut serangan Israel ke Jalur Gaza 'hanya permulaan'Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Jumat mengatakan bahwa serangan ke Jalur Gaza "hanyalah permulaan" "Kami menyerang ...
Baca lebih lajut »
Sebut Serangan Jalur Gaza Hanya Permulaan, PM Israel: Baru MulaiBerita Sebut Serangan Jalur Gaza Hanya Permulaan, PM Israel: Baru Mulai terbaru hari ini 2023-10-14 11:29:11 dari sumber yang terpercaya
Baca lebih lajut »
Hindari Serangan Udara Pasukan Israel, Ribuan Warga Palestina Berlindung di Rumah Sakit di Jalur Gaza“Sekitar 35.000 warga Gaza berlindung di rumah sakit dari agresi Israel,” kata direktur rumah sakit, Mohamed Abu Slima, di Facebook.
Baca lebih lajut »




