Subholdingi Gas Pertamina mengintegrasikan pasokan gas bumi wilayah Jakarta dan Jawa Bagian Barat dengan fasilitas Terminal LNG Terapung /Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) Lampung, sehingga menciptakan ketahanan energi tersebut terjamin.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Harry Budi Sidharta mengatakan, FSRU Lampung yang dioperasikan PT PGN LNG terhubung dengan pipa bawah laut berdiameter 24-inch sejauh 21 Km ke Onshore Receiving Facility di Lampung. ORF secara system terhubung dengan jaringan transmisi South Sumatera -West Java di stasiun Labuhan Maringgai serta offtake station Lampung. Gas hasil regasifikasi LNG di FSRU Lampung disalurkan ke distribusi Jawa Bagian Barat dan area Lampung.
Fasilitas regasifikasi dibutuhkan untuk menciptakan security supply meliputi flexibility, supply reliability, dan supply continuity. Merchant Business Model memberikan fleksibilitas untuk kehandalan pasokan untuk tidak hanya mengandalkan pasokan gas pipa. Jadi penyediaan gas bumi dapat dari berbagai sumber pasok yakni gas pipa dan LNG.
Dalam beberapa kondisi saat terjadi gangguan pasokan gas pipa, maka gas LNG dapat difungsikan untuk memenuhi kebutuhan gas bumi di Jawa Bagian Barat dan Jakarta. Hal tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan memberikan jaminan layanan kepada pelanggan tanpa putus. “Dengan merchant business model juga menambah value creation, karena PGN tidak menerapkan kuota ke palanggan gas bumi di Jawa Barat sehingga layanan pengaliran gas bumi ke pelanggan tidak terganggu dan hal ini merupakan salah satu kunci kepuasan pelanggan gas bumi dari PGN,” imbuh Harry .
Kegiatan eksplorasi di antaranya dilakukan pada satu sumur di Lapangan Kepodang agar dapat menambah cadangan migas. Nantinya gas yang dihasilkan dialirkan lewat pipa gas 14 inch yang dioperasikan oleh PT Kalimantan Jawa Gas sehingga bisa menjaga berkelanjutan pasokan energi untuk Jawa Tengah dan sekitarnya.Saka juga melakukan pengembangan Blok Ketapang di Lapangan Bukit Tua fase 2B dan Blok Sangkar melalui PT Saka Eksplorasi Timur dengan area seluas 8.
Kini PGN SAKA memiliki 10 aset hulu migas di Indonesia dan 1 aset di luar negeri. Satu asset dalam hal ini adalah di Fasken, Texas untuk memanfaatkan gas yang unconventional dan sudah berproduksi sekitar 80 – 90 MMSCFD. PGN Saka memiliki 36 persen Pericipating Interest .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
PGN LNG Operasikan Terminal Apung buat Suplai Gas ke Jawa Bagian BaratPT PGN LNG mengoperasikan fasilitas terminal LNG terapung atau Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) di Lampung.
Baca lebih lajut »
FSRU Lampung menopang keandalan distribusi gas di Jawa bagian baratPT PGN LNG, anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), menyebutkan fasilitas Terminal LNG Terapung (Floating Storage & Regasification Unit/FSRU) ...
Baca lebih lajut »
PGN: FSRU Lampung Topang Distribusi Gas di Jawa Bagian BaratPengoperasian FSRU Lampung disebut memiliki peran penting untuk menopang distribusi gas bumi di Jawa Bagian Barat dan Jakarta.
Baca lebih lajut »
Stok Ada 10.229 MT, Pertamina Jamin Stok LPG di Regional Jawa Bagian Barat AmanPer tanggal 28 Juli 2023 (pagi) stok LPG di SPBE mencapai 10.229 MT di wilayah RJBB. Tidak hanya itu, LPG subsidi juga teralokasi dengan baik di wilayah RJBB.
Baca lebih lajut »
Jakarta Watch Exchange Bakal Digelar di Jakarta Selama Empat HariAcara ini akan berlangsung sejak 3 Agustus hingga 6 Agustus 2023 bertempat di Atrium Utama Mall Gandaria City di kawasan distrik bisnis, perkantoran dan juga pusat perbelanjaan, Jakarta Selatan.
Baca lebih lajut »