Paskibraka Berani Berubah di Tengah Pandemi Covid-19! Seperti apa tantangannya? BERANIBERUBAH PERUBAHANPERILAKU
Delapan orang anak bangsa mempersiapkan diri. Mereka datang dari delapan provinsi. Bertugas mengiringi dan mengibarkan sang saka Merah Putih. Paskibraka tahun ini pun berbeda. Tak sebanyak tahun sebelumnya.
“Di tahun 2020 ini rasanya sepi banget, cuma 8 orang. Lima putra, tiga putri, pastinya berbedalah dengan tahun lalu. pastinya tetap semangat tugas yang mulia ini,” ungkap Muhammad Arief Wijaya, Paskibraka Wakil Sulawesi Tenggara.Menyesuaikan keadaan, menaati protokol kesehatan. Mereka harus mengenakan masker. Berjarak 1 meter. Bagi mereka, tak ada masalah. Ini tugas mulia.“Tantangan saya sebenarnya itu dibatasi jarak.
Mereka mempersiapkan diri dengan serius. Berlatih tanpa kenal lelah. Ada kebanggaan dalam diri. Manakala bertugas di tengah Pandemi. Mereka menorehkan catatan sejarah, sebagai pasukan pengibar bendera pusaka yang berani berubah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Berani Melawan Keputusan, DPP PAN Pecat Ketua DPD PAN SlemanDewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) memecat Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Sleman Sadar Narima...
Baca lebih lajut »
Menko PMK Tuntut Pengelola Pendidikan Berani Lakukan TerobosanTingkat sebaran fasilitas PJJ belum merata dan memadai di seluruh Indonesia.
Baca lebih lajut »
Bunga Acuan Sudah 4%, BI Berani Turunkan Lagi?Saat ini bunga acuan BI berada di level 4%. Bunga ini merupakan yang terendah sejak April 2016. BI SukuBunga via detikfinance
Baca lebih lajut »
Unik! Toilet Umum Tembus Pandang di Jepang, Berani Coba?Desain nyeleneh ini adalah bagian dari proyek inovatif yang dimaksudkan untuk mengubah persepsi masyarakat tentang toilet umum.
Baca lebih lajut »
Waskita Karya Siap Bayar Obligasi pada Oktober 2020Waskita Karya bisa meminimalisir risiko keuangan di tengah tekanan pandemi Covid-19 kepada sektor konstruksi. WaskitaKarya
Baca lebih lajut »