Presiden Donald Trump bertekad akan “bertindak tegas dengan cepat,” setelah terjadinya dua penembakan massal di Amerika. Ia juga secara eksplisit mengutuk supremasi kulit putih dan menyerukan diadakan
Tapi Trump tidak mengusulkan dikeluarkannya peraturan pemilikan senjata yang penting, dan ini mengecewakan kelompok-kelompok yang menghendaki hal itu. Trump juga tidak menanggapi kecaman-kecaman yang mengatakan retorika anti-imigrannya telah menyumbang bagi adanya suasana yang sangat berbahaya di Amerika.
Trump mengeluarkan pernyataan singkat itu di Gedung Putih, Senin , setelah dua penembakan massal yang terjadi di El Paso, Texas dan di Dayton, Ohio. Sebanyak 31 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam dua peristiwa penembakan tersebut. “Bangsa kita harus mengecam rasisme, kefanatikan dan supremasi kulit putih,” kata Trump. Ia merujuk pada “manifesto” yang katanya ditulis oleh seorang pemuda yang kini ditahan atas tuduhan melakukan penembakan massal di toko serba ada Walmart dekat perbatasan dengan Meksiko.
Trump juga memusatkan komentarnya pada “penyakit kejiwaan, kekerasan dalam media dan video games, dan memperingatkan akan bahaya yang terdapat “di internet dan media sosial.” Trump menyebut penembakan massal di Amerika, yang kini tercatat 250 kali sejak permulaan tahun ini saja, sebagai “pembantaian yang barbar, dan serangan atas masyarakat dan bangsa kita dan kejahatan atas umat manusia.”
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
WNI Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Pasca Penembakan di TexasWarga negara Indonesia (WNI) yang berada di Texas, khususnya di El Paso diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan dikeluarkan Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Houston, Texas setelah adanya aksi penembakan di salah satu gerai supermarket di kota tersebut.
Baca lebih lajut »
Trump: Penembakan Massal Texas adalah Aksi PengecutPenembakan massal di Walmart El Paso Texas menewaskan 20 orang, dan disebut sebagai 'hari paling mematikan di Texas'.
Baca lebih lajut »
2 Penembakan Massal di Amerika Serikat, Ini Reaksi Donald TrumpTanpa merinci detail, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan berupaya menghentikan penembakan massal yang sering terjadi di negaranya.
Baca lebih lajut »
Trump Sebut Pelaku Penembakan Massal 'Sakit Mental'Trump menyebut penyerang sakit mental. New York Times menulis, 'Seandainya penyerang seorang ekstremis Islam, pemerintah AS mengerahkan segala sumber daya.'
Baca lebih lajut »
Tanggapi Penembakan Massal, Trump Serukan Reformasi UU Kesehatan JiwaPresiden Amerika Donald Trump hari Senin (5/8) menyerukan reformasi undang-undang kesehatan jiwa sebagai tanggapan atas penembakan yang menewaskan setidaknya 31 orang dalam dua insiden yang terjadi da
Baca lebih lajut »