Saham raksasa properti China Evergrande anjlok hampir 24 persen pada hari Senin (25/9/2023) setelah pengembang tersebut mengatakan pihaknya tidak dapat menerbitkan utang baru.
anjlok hampir 24 persen pada hari Senin setelah pengembang tersebut mengatakan pihaknya tidak dapat menerbitkan utang baru.
"Mengingat Hengda Real Estate Group, anak perusahaan utama perusahaan, sedang diselidiki, grup tersebut tidak dapat memenuhi kualifikasi untuk menerbitkan surat utang baru dalam situasi saat ini," kata Evergrande dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam dikutip Reuters. Saham Evergrande, yang memiliki kewajiban lebih dari US$300 miliar, turun sebanyak 23,6 persen menjadi HK$0,42, di pasar yang lebih luas turun 0,6 persen.
Evergrande memerlukan persetujuan dari lebih dari 75 persen pemegang masing-masing kelas utang untuk menyetujui rencana tersebut, yang menawarkan kreditor serangkaian opsi untuk menukar utang dengan obligasi baru dan instrumen terkait ekuitas yang didukung oleh sahamnya dan saham Hong Kong-nya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ayu Ting Ting Datangi Pasar Tanah Abang, Membawa Kehidupan Kembali ke Pasar Tradisional yang Sepi PembeliAyu Ting Ting ingin kembali meramaikan Pasar Tanah Abang.
Baca lebih lajut »
Trenggalek dorong pedagang pasar rambah pasar digitalPemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mendorong para pedagang lokal, khususnya yang beraktivitas di pasar-pasar tradisional, untuk mulai merambah pangsa ...
Baca lebih lajut »
Saham China dibuka beragam, indeks Shanghai susut 0,04 persenSaham-saham China dibuka beragam pada perdagangan Senin pagi, setelah mencatat kenaikan pada akhir pekan lalu, dengan indikator utama Bursa Efek Shanghai, ...
Baca lebih lajut »
Enggan Direlokasi, Pedagang Pasar Kutabumi Tangerang Malah DijarahPasar Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang dijarah oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Baca lebih lajut »
Huru-Hara dari AS Diramal Mereda, Pasar RI Siap Party Lagi?Pelaku pasar patut memantau sentimen eksternal dan dalam negeri yang bisa mempengaruhi pasar.
Baca lebih lajut »