Prancis geram kehilangan kesepakatan penjualan kapal selam senilai 40 miliar dolar AS
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menilai Prancis sebagai mitra penting AS di kawasan Indo-Pasifik. Ia juga menegaskan Washington akan melanjutkan kerja sama dengan Paris. Pernyataan ini tampaknya untuk meredakan kemarahan Prancis atas kesepakatan pertahanan AS, Inggris dan Australia.
Prancis sangat marah kehilangan kesepakatan tersebut dan menuduh AS menusuk mereka dari belakang. Dalam konferensi pers usai pertemuan antara menteri luar negeri dan pertahanan AS dan Australia di Washington, Blinken mengatakan telah menghubungi Prancis sebelum kesepakatan kapal selam diumumkan. Pada 2016 Australia memilih produsen kapal Naval Group dari Prancis untuk membangun kapal selam senilai 40 miliar dolar AS. Kapal itu akan mengganti kapal selam Collins yang sudah berusia 20 tahun.
AS dan sekutu-sekutunya mencari berbagai cara untuk menangkis kekuatan dan pengaruh China yang terus tumbuh terutama dalam bidang militer. Paman Sam juga mencoba menahan tekanan Beijing terhadap Taiwan dan gerakan militer mereka di Laut Cina Selatan yang disengketakan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Salah Urus Pengungsi Afghanistan, Menlu Belanda Mundur |Republika OnlineSekitar 2.100 orang diangkut keluar dari Afghanistan oleh pesawat militer Belanda.
Baca lebih lajut »
Alex Noerdin Keberatan dengan Penahanan |Republika OnlineKuasa hukum sebut Alex Noerdin pertimbangkan ajukan praperadilan.
Baca lebih lajut »
Fluktuasi Kasus Wujud Hidup Berdampingan dengan Covid-19 |Republika OnlinePresiden berulang kali menegaskan pentingnya bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.
Baca lebih lajut »
Stafsus Risma: Kami |em|Berantem|/em| dengan Bank Demi Bansos |Republika OnlineKomisi IX menyebut stafsus Risma itu keliru karena bank beroperasi berdasarkan data.
Baca lebih lajut »