Mardani Ali Sera menilai reaksi MUI terhadap RUU HIP yang dikhawatirkan membangkitkan kembali gerakan dan paham PKI sangat beralasan. RUUHIP
jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menilai reaksi Majelis Ulama Indonesia terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila , yang dikhawatirkan membangkitkan kembali gerakan dan paham PKI sangat beralasan. "Wajar jika MUI sebagai penjaga nilai-nilai agama di masyarakat muslim bereaksi. Mayoritas pengurus MUI merasakan sendiri kekejaman dan bahaya komunisme dan PKI-nya.
Dalam argumennya, Mardani mengatakan bahwa Pancasila sudah menjadi rumah besar bagi Indonesia. Sebagai ideologi negara yang final, Pancasila menurutnya bukan cuma diterima bahkan sudah terbukti menjaga eksistensi NKRI. Itu sebabnya ketika pemerintahan Presiden Joko Widodo membentuk BPIP , semua pihak menerimanya. Pun ketika statusnya dinaikkan menjadi setara kementerian tidak ada protes. Kecuali, saat salah satu ketuanya justru terkesan mempertentangkan agama dengan Pancasila.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Khawatir Bangkitkan PKI, MUI Tolak RUU HIP |Republika OnlineMUI mengeluarkan maklumat menolak RUU HIP karena dinilai berpeluang bangkitkan PKI.
Baca lebih lajut »
MUI Curigai Konseptor RUU HIP Pengin Membangkitkan PKIMUI mengeluarkan maklumat terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila dan PKI. PKI
Baca lebih lajut »
MUI Ingatkan DPR: PKI Itu Kejam!MUI meminta DPR RI untuk mengingat sejarah memilukan dan terkutuk yang dilakukan PKI di Indonesia. MUI
Baca lebih lajut »
MUI Khawatir RUU HIP Membangkitkan PKI, Begini Respons PPPMUI tidak mendukung RUU HIP karena tak mencantumkam TAP MPRS Nomor 25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI RUUHIP
Baca lebih lajut »
Purnawirawan TNI-Polri: RUU HIP Tendensius Bangkitkan PKI |Republika OnlineRUU HIP tersebut juga dikritik sejumlah pihak terutama partai-partai Islam. RUU PKI PartaiIslam
Baca lebih lajut »