Di yayasan itu, anak-anak diajari cara bercocok tanam, mengolah tanah, beternak, dan menjadi tukang.
Semarang, Beritasatu.com - Bangunan panti asuhan yang terletak di Jalan Wismasari Selatan 5, Ngaliyan, Semarang, kini tinggal puing. Kebakaran hebat Minggu pagi, telah meluluhlantakan hampir semua bangunan gedung panti yang telah berusia 52 tahun itu.
”Pendirian yayasan ini merupakan bentuk keprihatinan Van Diense terhadap banyaknya anak-anak di bawah umur yang mencari puntung rokok untuk dijual di masa itu,” ujar Ketua Yayasan Aloysius Untung Sudono. ”Kita tak ada batasan, dulu saat Van Diense masih hidup, ada anak asuh yang beragama muslim. Awalnya ndak salat Jumat, alasannya tak punya sarung, kemudian dibelikan sarung. Kalau malas berangkat, akan diantar pakai vespa, bahkan ditungguin di dekat masjid. Saya ingat betul itu vespa buatan 1962,” kenangnya.
Nama"Wikrama Putra" diambil dari dunia pewayangan. “Triwikrama Wisnu" yang adalah tempat untuk penggodokan para ksatria. Sedangkan Putra berarti anak. Jadi Wikrama Putra berarti tempat penggodokan anak-anak yang tak mempunyai orang tua.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Baru Masuk Panti Asuhan 5 Menit, Wartawan Kehilangan MotorDari CCTV yang ada di halaman panti asuhan, pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan motor honda Beat yang serupa dengan warna motor korban. MalingMotor
Baca lebih lajut »
Jabar akan Dirikan Panti Rehabilitasi untuk Mantan ODGJLokasi panti tersebut akan terletak di Cisarua.
Baca lebih lajut »
Gal Gadot Jadi Produser Film Holocaust Berjudul Irena SendlerGal Gadot akan berperan sebagai Irena Sendler, sosok pahlawan Polandia yang menyelamatkan ribuan anak-anak Yahudi.
Baca lebih lajut »
Kenali Ciri Anak yang Alami Perundungan OnlineJika anak tak terbuka, orang tua perlu mengenali ciri anak yang mungkin mengalaminya.
Baca lebih lajut »
Berpakian Adat Papua, Mendikbud Lepas Pawai Kedigdayaan NusantaraMuhadjir Effendy mengenakan pakian adat Papua. Mayoritas peserta pawai adalah anak-anak dan para remaja yang mengenakan pakaian adat lengkap dari 26 provinsi.
Baca lebih lajut »