Gempa Banten yang terjadi Jumat (3/8/2019) menyebabkan dua orang meninggal. Namun, korban tersebut meninggal bukan karena dampak langsung dari gempa.
Salah satu korban meninggal diketahui atas nama Rasinah warga Desa Pancangpari, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten.
Rasinah diduga meninggal lantaran panik dan terkena serangan jantung saat gempa mengguncang wilayahnya. Sementara untuk korban luka di Provinsi Banten, berdasarkan data BPBD Pandeglang terdapat dua orang yang merupakan warga Kecamatan Panimbang dan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Gempa Banten bermagnitudo 6,9 mengguncang wilayah barat Pulau Jawa, Provinsi Lampung, dan sampai ke Yogyakarta.
Gempa yang berpusat di 147 kilometer barat daya Sumur, Banten tersebut menyebabkan 200 bangunan rusak.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Cerita Panik Warga di Pesisir Saat Gempa M 6,9 Guncang BantenGempa bermagnitudo M 6,9 mengguncang Banten dan membuat warga panik hingga mengevakuasi diri menjauh dari pantai.
Baca lebih lajut »
Cerita Atlet Saat Gempa Banten: Panik Hingga Keluar KafeGempa Banten dengan kekuatan 6,9 SR, yang sebelumnya dirilis bermagnitudo 7,4, juga dirasakan sejumlah atlet Indonesia.
Baca lebih lajut »
Gempa Banten Terasa Hingga Sukabumi, Warga Sempat PanikKepanikan juga dirasakan pengunjung Mall Yogya di Jalan RE Martadinata, Sukabumi.
Baca lebih lajut »