Pancasila, Tidak Kurang Tidak Lebih

Indonesia Berita Berita

Pancasila, Tidak Kurang Tidak Lebih
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 63 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 29%
  • Publisher: 70%

Dengan identitas Indonesia, orang Jawa bisa tetap Jawa dan orang Minang tetap Minang, orang Katolik bisa tetap 100 persen Katolik dan orang Islam bisa 100 persen setia pada akidahnya. Itulah peran kunci Pancasila. Opini AdadiKompas HariLahirPancasila

Warga melintas di depan spanduk raksasa bergambar Garuda Pancasila di kawasan Cawang, Jakarta, Minggu . Butir-butir Pancasila yang dipidatokan Bung Karno di depan Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 1 Juni 1945 menjadi momentum kelahiran Pancasila.

Amat mengesankan bagaimana pada masa teramat kritis itu dua presiden pertama Reformasi, BJ Habibie dan Abdurrahman Wahid; ketua MPR terpilih pertama Amien Rais, dan banyak tokoh lain, berhasil membawa Indonesia menjadi demokrasi tulen tetap atas dasar Pancasila. Namun, dengan menyepakati lima sila Pancasila sebagai dasar etika dan kemanusiaan bersama, Indonesia berhasil mencapai sesuatu yang di Myanmar atau di Etiopia tak berhasil diwujudkan: yakni bahwa identitas setiap komunitas tak ditindas, tetapi dilindungi dan diangkat oleh identitas nasional.

Namun, dan itu menentukan: Pancasila hanya dapat memainkan peranannya apabila tak dijadikan semacam filsafat hidup yang malah menyaingi agama. Begitu pula segala ”pemerasan” untuk mencari semacam ”hakikat Pancasila” sudah tepat kalau ditolak . Perlu diingat bahwa manusia Indonesia bukannya beretika dan beragama karena ia ber-Pancasila, melainkan ia ber-Pancasila karena ia beretika dan beragama. Apa yang baik dan yang jahat, jujur atau curang, begitu pula keagamaannya, sudah diinternalisasikan manusia Indonesia di tahun-tahun paling pertama hidupnya: dari ibunya, dari lingkungannya, dari umatnya, dari budayanya, jauh sebelum ia untuk pertama kali mendengar kata Pancasila.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Ganjar Akui Puan Sangat Berjasa dengan Posisinya Sekarang ini: Saya Tidak Pernah Lupa - Tribunnews.comGanjar Akui Puan Sangat Berjasa dengan Posisinya Sekarang ini: Saya Tidak Pernah Lupa - Tribunnews.comDengan bantuan Puan Maharani sebagai komandan tempur dan seluruh kader, Ganjar bisa memenangkan kontestasi hingga bisa menjabat dua periode.
Baca lebih lajut »

Kapitra Ampera: Kapolri Tidak Bisa Tarik Firli Bahuri dari KPKKapitra Ampera: Kapolri Tidak Bisa Tarik Firli Bahuri dari KPKKapitra Ampera merespon permintaan ICW atau koalisi masyarakat sipil antikorupsi, pada Kapolri untuk menarik Ketua KPK Firli Bahuri. Selengkapnya: 👇 KPK
Baca lebih lajut »

Pengakuan remaja penyintas bunuh diri: 'Kesendirian itu tidak enak' - BBC News IndonesiaPengakuan remaja penyintas bunuh diri: 'Kesendirian itu tidak enak' - BBC News IndonesiaSeunghi, penyintas bunuh diri, merasa tidak percaya diri karena di pergelangan tangannya ada luka, bekas usaha bunuh diri. Seorang seniman tato membantu mengembalikan kepercayaan diri para penyintas dengan tato bunga.
Baca lebih lajut »

Wiku: Pemerintah tidak Hanya Fokus pada Varian Baru |Republika OnlineWiku: Pemerintah tidak Hanya Fokus pada Varian Baru |Republika OnlinePemerintah menurut Wiku kini fokus pada pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Baca lebih lajut »

Olimpiade Tokyo tidak akan Dihadiri PenontonOlimpiade Tokyo tidak akan Dihadiri PenontonSetelah pengumuman tersebut, ketua panitia Seiko Hashimoto mengisyaratkan bahwa semua penggemar mungkin dilarang datang tempat olimpiade.
Baca lebih lajut »

Pangeran Harry Sebut Tidak Bisa Berduka di Hari Kematian Putri DianaPangeran Harry Sebut Tidak Bisa Berduka di Hari Kematian Putri DianaSaat Putri Diana meninggal tahun 1997, Pangeran Harry menyebut tidak menginginkan kehidupan kerajaan.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-03 11:57:34