Presiden Rusia dikritik oleh beberapa pakar atas klaimnya soal vaksin virus corona yang dinilai 'sembrono, bodoh dan tidak etis'.
Putin sebelumnya mengatakan bahwa Rusia telah mengembangkan vaksin virus corona pertama yang efektif di dunia.
Menurut presiden yang masih memimpin sampai 16 tahun ke depan itu, vaksin yang dikembangkan Rusia menawarkan 'imunitas yang berkelanjutan' dan mengatakan bahwa putrinya telah diberi 'suntikan vaksin efektif itu'.Rusia kemudian merencanakan suntikan massal vaksin tersebut pada Oktober mendatang yang menyebabkan kekhawatiran luas karena masih belum lulus uji klinis.
Seorang ilmuwan mengecam langkah Putin yang dianggap 'tidak etis' karena pengujian vaksin yang belum tepat akan memberi dampak bagi kesehaan masyarakat. Sementara ilmuwan lainnya memperingatkan bahwa 'tidak ada data' untuk bisa mengklaim bahwa vaksin yang dikeluarkan Rusia adalah efektif.Pakar lainnya memperingatkan bahwa 'kerusakan dari peluncuran vaksin yang kurang aman hanya akan memperburuk masalah yang saat ini sudah tidak dapat diatasi'.
Meski beberapa pengujian mampu menunjukkan apakah suatu vaksin bisa dikatakan aman, pengujian fase III yang biasanya berlangsung selama berbulan-bulan untuk mengukur efektivitas masih belum dilakukan.Baca juga:
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Soal Sekolah, Pakar Nilai Zonasi Corona Dinamis dan MeragukanZonasi Covid-19 mestinya tak jadi pertimbangan Satu-satunya pembukaan sekolah karena bisa berubah tiap pekan dan tak didukung data riil.
Baca lebih lajut »
Pakar Satgas COVID-19: Persentase Kematian COVID-19 Jawa Barat di Bawah Nasional dan DuniaPakar Satgas COVID-19 menyebut, persentase kematian COVID-19 Jawa Barat di bawah nasional dan dunia.
Baca lebih lajut »
Pakar Militer: Beirut Lenyap Jika Benar 2.750 Ton Amonium Nitrat MeledakBanyak amonium nitrat sitaan diduga dicuri dan yang meledak diperkirakan hanya 300 ton. Pakar militer Rusia Viktor Murakhovsky...
Baca lebih lajut »
Iran bredel koran setelah pakar ragukan angka resmi korban coronaIran membredel satu koran setelah surat kabar itu mengutip mantan anggota satgas COVID19 yang menyatakan jumlah korban di negara itu mencapai 20 kali lebih tinggi dari angka yang dikeluarkan pemerintah.
Baca lebih lajut »
Pakar: Tidak Ada Formula Lain Kecuali PSBB - Metro - koran.tempo.coPakar mengatakan tak ada formula lain untuk mengurangi penularan Covid-19, kecuali kembali melakukan PSBB secara ketat. KoranTempo
Baca lebih lajut »
Pakar: Aturan soal Proses Hukum Jaksa Mesti Seizin Jaksa Agung Harus Ditarik'Kalau setiap institusi menerbitkan aturan semacam itu, maka wartawan dan dosen pun mungkin perlu perlindungan dari kriminalisasi,' ujar Agustinus.\n\n
Baca lebih lajut »