Pakar Keamanan Siber Ingatkan Bahaya Cetak Sertifikat Vaksin

Indonesia Berita Berita

Pakar Keamanan Siber Ingatkan Bahaya Cetak Sertifikat Vaksin
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 Beritasatu
  • ⏱ Reading Time:
  • 32 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 16%
  • Publisher: 59%

Alfons Tanujaya mengingatkan bahaya mencetak sertifikat vaksinasi Covid-19 di jasa pencetak yang dapat mengundang potensi kebocoran data pribadi.

Potensi penyalahgunaan data pribadi tersebut seperti untuk membuat KTP aspal yang nantinya digunakan untuk banyak aktivitas jahat seperti membuka rekening bank penampungan hasil kejahatan atau melakukan pinjaman. Karenanya, masyarakat harus ekstra hati-hati melindungi datanya semaksimal mungkin. Ada baiknya juga jika aplikasi Peduli Lindungi mempertimbangkan untuk menutupi informasi kependudukan dalam sertifikat vaksin.

“Nomor NIK ini bersifat melekat pada penduduk dan berlaku seumur hidup. Bila digabungkan dengan data kependudukan lain seperti nama lengkap atau tanggal lahir, maka informasi ini menjadi data yang berharga dan rentan dieksploitasi, sehingga harus diproteksi dengan baik,” pesannya. QR Code di mal atau tempat makan direkomendasikan untuk digunakan dan cukup aman dari potensi kebocoran data. Selain itu, data yang masuk ke aplikasi Peduli Lindungi jika diolah dengan baik akan menjadiatau memantau kedisiplinan mal dan restoran menjalankan kebijakan PPKM dan tidak melewati batas maksimal pengunjung yang diperbolehkan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

Beritasatu /  🏆 26. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Pakar Ingatkan Polemik Kasus Asabri-Jiwasraya Jangan Ganggu Pemulihan Ekonomi NasionalPakar Ingatkan Polemik Kasus Asabri-Jiwasraya Jangan Ganggu Pemulihan Ekonomi NasionalPakar Hukum TPPU, Yenti Garnasih mengingatkan Kejagung agar polemik kasus Asabri-Jiwasraya tak mengganggu program pemulihan ekonomi nasional.
Baca lebih lajut »

Heboh Terapi aaPRP untuk COVID-19 dr Karina, Pakar Ingatkan Agar Tak OverklaimHeboh Terapi aaPRP untuk COVID-19 dr Karina, Pakar Ingatkan Agar Tak OverklaimTerapi aaPRP untuk pasien COVID-19 yang dikembangkan dr Karina Moegni, SpBP heboh belakangan ini. Para pakar memberikan catatan agar tidak overklaim.
Baca lebih lajut »

Pakar: Indonesia harus mandiri dalam teknologi dan internetPakar: Indonesia harus mandiri dalam teknologi dan internetKetua Lembaga Riset Siber Indonesia CISSReC Doktor Pratama Persadha mengatakan bangsa ini harus mandiri di bidang teknologi luar angkasa, energi terbarukan, ...
Baca lebih lajut »

[POPULER SAINS] Kata Pakar Soal Tren Review Saldo ATM | Indonesia Berisiko Jadi Hotspot Varian Baru[POPULER SAINS] Kata Pakar Soal Tren Review Saldo ATM | Indonesia Berisiko Jadi Hotspot Varian BaruBahasan soal 'Ganteng review saldonya dong' hingga kekhawatiran ahli tentang varian Covid-19 baru menjadi berita populer Sains edisi 10 Agustus 2021.
Baca lebih lajut »

Satgas Covid: Syarat Vaksin Masuk Mal Berdasarkan Saran PakarSatgas Covid: Syarat Vaksin Masuk Mal Berdasarkan Saran PakarSatgas Covid-19 mengatakan penerapan syarat vaksinasi masuk mal bertujuan untuk menekan laju penularan Covid-19 saat pelonggaran pembatasan selama PPKM Level 4.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 07:13:21