Ada 256 rekening atas nama Panji Gumilang dengan variasi 6 nama yang berbeda, ada juga 33 rekening atas nama Yayasan Al-Zaytun.
JAKARTA, KOMPAS.TV - Bareskrim Polri telah membentuk tim khusus untuk menelusuri dugaan transaksi mencurigakan di Ponpes Al Zaytun.
Transaksi mencurigakan tersebut diduga berasal dari ratusan rekening milik Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang serta atas nama Yayasan Al Zaytun. Selain itu, penyidik akan memeriksa sejumlah saksi ahli, usai ditingkatkannya kasus yang menjerat Panji Gumilang ke tingkat penyidikan.Jumlahnya ada 256 atas nama Panji Gumilang dengan variasi 6 nama yang berbeda, ada juga 33 rekening atas nama Yayasan Al-Zaytun.Selain mengusut dugaan transaksi mencurigakan, polisi juga tengah mengungkap dugaan penistaan agama Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang.
Setelah pemeriksaan panji gumilang pada awal pekan lalu, kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan, namun belum ada tersangka yang ditetapkan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Respons Kasus Panji Gumilang, Wapres: Jika Ada Unsur Penodaan Agama Proses Sesuai Hukum |Republika OnlineWapres menegaskan pentingya pembinaan Al Zaytun
Baca lebih lajut »
Hukum sepekan, Panji Gumilang naik penyidikan hingga Menpora DitoSelama sepekan (2-8 Juli 2023), berbagai peristiwa hukum terjadi di Indonesia, mulai dari status penanganan kasus Panji Gumilang dinaikkan ke tahap penyidikan ...
Baca lebih lajut »
Panji Gumilang Punya 256 Rekening dan Usaha Galangan Kapal, PPATK Selidiki TPPUTak tanggung-tanggung, perusahaan galangan kapal ini dikomandoi Panji Gumilang sendiri.
Baca lebih lajut »
HEADLINE: Aset Al Zaytun Dibekukan dan Rekening Panji Gumilang Diblokir, Nasib Santri?Polemik Ponpes Al Zaytun terus bergulir dan tengah menjadi sorotan. Namun di tengah polemik ini, muncul temuan lain soal dugaan adanya transaksi mencurigakan yang dilakukan oleh pimpinan Al Zaytun Panji Gumilang. Lantas, bagaimana nasib santri kedepan?
Baca lebih lajut »