Pakar sebut saat ini mulai terjadi perubahan iklim akibat polusi udara.
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pakar Lingkungan dari Universitas Diponegoro Semarang, Syafrudin, mengatakan, penggunaan bahan bakar minyak yang ramah lingkungan mampu memperbaiki iklim udara yang saat ini mulai mengalami perubahan."Saat ini mulai terjadi perubahan iklim akibat polusi udara. Oleh karena itu, perlu didorong untuk penggunaan BBM ramah lingkungan, yakni BBM yang pembakarannya tidak menambah beban kualitas udara, seperti Pertamax Series," katanya di Semarang, Rabu .
Apalagi, katanya, sektor transportasi berkontribusi sekitar 5-10 persen terhadap pencemaran udara yang selanjutnya berdampak pada perubahan iklim. Ia mengatakan, salah satu jenis BBM yang mampu menghasilkan pembakaran yang baik dengan tingkat karbon dan timbal rendah yakni Pertamax dengan RON di atas 91. Oleh karena itu, menurut dia penggunaan BBM jenis ini agar lebih digencarkan lagi mengingat dengan iklim yang makin baik akan berdampak pada peningkatan indeks kesehatan masyarakat.
"Selain itu, juga dari sisi aturan, misalnya bagi masyarakat yang sudah menggunakan bahan bakar ramah lingkungan pada kendaraan masing-masing, maka mereka diberi insentif dengan pengurangan pajak. Ini karena dia sudah memberikan kontribusi dalam lingkungan yang lebih baik," katanya. Sementara itu, jika dilihat dari aspek kesehatan, Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Susi Herawati mengatakan dengan udara yang lebih bersih akibat kadar gas karbondioksida yang mengalami penurunan maka kesehatan paru-paru juga akan tetap terjaga.
"Karena udara yang masuk ke paru-paru merupakan udara bersih. Penggunaan BBM ramah lingkungan memang harus, karena kalau CO2 tinggi maka akan menyebabkan flek di paru-paru," katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
BBM Ramah Lingkungan Bisa Minimalisir Perubahan IklimPENGGUNAAN bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan perlu terus ditingkatkan untuk meminimalisir perubahan iklim akibat polusi udara.
Baca lebih lajut »
Bajak Laut Beraksi, Bawa Senjata Api lalu Rampas Hasil Tangkapan dan BBM NelayanNelayan yang melaut di Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, takut oleh adanya isu bajak laut.
Baca lebih lajut »
Dihantam Ombak, Kapal Pengisi BBM Kandas Perairan Laut di Pati Terancam TercemarSEUAH kapal pengisian bahan bakar (BBM) tenggelam di perairan Banyutowo Pati, Jawa Tengah, sejak Minggu (8/8) kemarin. Perairan laut Pati terancam tercemar.
Baca lebih lajut »
Pakar Ingatkan Polemik Kasus Asabri-Jiwasraya Jangan Ganggu Pemulihan Ekonomi NasionalPakar Hukum TPPU, Yenti Garnasih mengingatkan Kejagung agar polemik kasus Asabri-Jiwasraya tak mengganggu program pemulihan ekonomi nasional.
Baca lebih lajut »
Ingatkan Bahaya Cetak Sertifikat Vaksin, Pakar: Data Rawan Bocor ke PinjolPengamat keamanan siber dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengingatkan risiko dari mencetak sertifikat vaksin di jasa pencetakan. TempoBisnis
Baca lebih lajut »