Outlook Pasar Obligasi Indonesia pada Semester II/2022, Kejutan The Fed
Bisnis.com, JAKARTA – Kondisi pasar obligasi Indonesia masih akan mengalami fluktuasi pada 2022 seiring dengan ancaman inflasi dan tren kenaikan suku bunga global. Meski demikian, kondisi ekonomi domestik yang terjaga akan menjadi katalis positif yang menahan sentimen dari luar.
Ia menjelaskan, jika The Fed menaikkan suku bunga secara agresif sekitar 50–75 basis poin di 4 pertemuan bulanan yang tersisa, maka imbal hasil obligasi AS atau US Treasury akan turut naik. Kenaikan tersebut akan membuat spread yield SBN dan US Treasury menyempit. Di sisi lain, Roby mengatakan sentimen dari dalam negeri akan menjadi penopang positif terhadap pasar obligasi. Hal ini tercermin dari tren pemulihan ekonomi Indonesia yang cukup baik di tengah kembali melonjaknya pandemi virus corona.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
IHSG dibuka menguat, pasar tunggu hasil rapat Bank IndonesiaIndeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi dibuka menguat jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia.\r\n\r\nIHSG dibuka ...
Baca lebih lajut »
Ramaikan Pasar Modal, Investor Milenial Wajib Melek FinansialRamaikan Pasar Modal, Investor Milenial Wajib Melek Finansial
Baca lebih lajut »
Kabupaten Magelang Perpanjang Penutupan Pasar Hewan |Republika OnlinePenutupan pasar hewan Kabupaten Magelang sampai waktu yang belum ditentukan
Baca lebih lajut »
Ealah! Penutupan Pasar Hewan Magelang DiperpanjangPemerintah Kabupaten Magelang memutuskan untuk menambah masa penutupan pasar hewan di wilayahnya karena wabah PMK.
Baca lebih lajut »
Aplikasi Ilmu Saham Semarakkan Dunia Edukasi Pasar ModalPT Ilmu Saham Indonesia, perusahaan start-up baru saja meluncurkan aplikasi terbarunya yakni Ilmu Saham.
Baca lebih lajut »