Otak Warga Perkotaan 'Diprogram' Hadapi Stres

Indonesia Berita Berita

Otak Warga Perkotaan 'Diprogram' Hadapi Stres
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 tempodotco
  • ⏱ Reading Time:
  • 26 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 14%
  • Publisher: 63%

Apakah stres ditanggapi secara negatif atau tidak sangat tergantung pada lingkungan sekitar. Hasil pemindaian otak menunjukkan,semakin hijau kawasan di sekitar pemukiman,bagian otak yang meregulasi stres semakin aktif.

Peneliti stres dan psikiater Mazda Adli menjelaskan, emosi, stres dan ancaman diolah di bagian otak yang disebut amigdala. Bagian otak itu berreaksi makin aktif terhadap stres, jika kota tempat kita tinggal semakin besar. Artinya, otak warga kota besar secara faktual sangat peka terhadap stres. Selain itu ada pula bagian otak yang disebut 'cingulate cortex.' 'Bagian otak ini mengolah stres dan emosi,' jelas Mazda Adli.

Apakah faktor ini punya pengaruh pada tingkat stres? Mereka melihat ada bukti tegas, kuota lahan hijau di kawasan pemukiman, memainkan peranan besar pada seberapa aktif kawasan otak yang meregulasi emosi, dan membantu menyeimbangkan stres. 'Kami bisa mengatakan: semakin hijau kawasan pemukiman, semakin aktif kawasan peregulasi stres di otak,' kata Mazda Adli. Semakin banyak pohon, dan jika ada taman serta lahan hijau di kawasan pemukiman, otak bisa terlindungi dari stres terus-menerus.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

tempodotco /  🏆 12. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Indonesia Mengutuk Pernyataan Menteri Israel Tentang Pengusiran Warga Palestina dari Jalur GazaIndonesia Mengutuk Pernyataan Menteri Israel Tentang Pengusiran Warga Palestina dari Jalur GazaPemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengutuk dan menolak keras pernyataan dua menteri Israel yang menyerukan pengusiran warga Palestina dari Jalur Gaza dan kemudian membangun permukiman Yahudi di sana. Kementerian Luar Negeri Indonesia menyebut pernyataan dua menteri Israel, yaitu Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang menyerukan pengusiran warga Palestina dari Jalur Gaza dan kemudian membangun permukiman Yahudi di sana, sebagai pernyataan yang sangat provokatif, berlawanan dengan hukum internasional, dan tidak menghormati hak bangsa Palestina.
Baca lebih lajut »

Israel-Palestina: 'Warga Palestina tidak boleh dipaksa meninggalkan Gaza', kata Menlu ASMenteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan warga Palestina tidak boleh dipaksa meninggalkan Gaza,dan harus diizinkan kembali ke rumah mereka setelah kondisi memungkinkan.
Baca lebih lajut »

Jalur Gaza Tengah Digempur, Warga Pergi dari Rumah Sakit Syuhada al-AqsaJalur Gaza Tengah Digempur, Warga Pergi dari Rumah Sakit Syuhada al-AqsaKetika media dan dunia fokus pada perang Israel-Hamas di Gaza, kelompok hak asasi manusia mengatakan Israel telah menciptakan lingkungan yang semakin berbahaya bagi warga Palestina di Tepi Barat, dengan meningkatkan kekerasan dan penangkapan.
Baca lebih lajut »

PM Hasina Diprediksi Menang Pemilu, Warga Bangladesh Resahkan EkonomiPM Bangladesh,Sheikh Hasina,diperkirakan kembali duduki masa jabatannya setelah partainya memenangkan hampir 75% kursi parlemen. Banyak warga lebih khawatirkan masalah ekonomi.
Baca lebih lajut »

Warga Palestina Berjuang untuk Selamatkan Harta Benda Setelah Serangan Udara IsraelWarga Palestina Berjuang untuk Selamatkan Harta Benda Setelah Serangan Udara IsraelPara pejabat PBB mengatakan warga Palestina di Gaza berada dalam keadaan putus asa setelah hampir tiga bulan dibombardir oleh serangan militer Israel dan dibiarkan tanpa persediaan makanan, air, dan obat-obatan yang cukup.
Baca lebih lajut »

Bank Tanah Siapkan Lahan 400 Ha untuk Relokasi Warga Terdampak Bandara VVIP dan Tol IKNBank Tanah Siapkan Lahan 400 Ha untuk Relokasi Warga Terdampak Bandara VVIP dan Tol IKNKepala Badan Bank Tanah, Parman Nataatmadja memastikan, pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 400 hektare, untuk relokasi warga yang terdampak proyek pembangunan.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-08-30 21:41:09