Gelombang panas atau heatwave bisa mempengaruhi aktivitas perekonomian suatu negara.
Terutama bila kondisinya berkepanjangan dan tak segera diatasi dengan penangan perubahan iklim yang cepat.
"Maka pemerintah juga perlu menyiapkan bantalan lainnya, baik dalam bentuk cash maupun in-kind, yang mampu menunjang keberlangsungan hidup petani, khususnya buruh tani yang mungkin saja kehilangan akses pendapatannya jika memang tahun ini hanya mampu merasakan panen sebanyak 1 kali di awal tahun," tuturnya.
Dampak lebih buruk lainnya, kata dia bisa menimbulkan kerusakan alat produksi, seperti rusaknya lahan pertanian sehingga menurunkan produksi pangan, sebagaimana disampaikan Fajar.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Cuaca Lagi Panas |em|Banget|/em|, Ikuti Cara Ini Biar Tetap Bugar dan Sehat |Republika OnlineCuaca panas yang tidak biasa sedang melanda Indonesia.
Baca lebih lajut »
Cuaca Panas Landa Indonesia, Ini 7 Penyakit yang Disebabkan Suhu Panas EkstremSuhu panas yang menyengat tidak hanya menyebabkan badan menjadi lemas dan tidak nyaman, tetapi juga dapat mengakibatkan tubuh rentan terserang berbagai penyakit
Baca lebih lajut »
BMKG: Cuaca Panas di Indonesia Bukan Gelombang Panas, Masyarakat Tak Perlu Panik - Tribunnews.comSecara karakteristik fenomena, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. (Ld)
Baca lebih lajut »
BMKG: Suhu Panas di Indonesia Bukan Gelombang Panas, Tertinggi di CiputatDi Indonesia, suhu maksimum harian tercatat mencapai 37,2C di stasiun pengamatan BMKG di Ciputat.
Baca lebih lajut »
BMKG: Suhu Panas di Indonesia Bukan Gelombang PanasKepala BMKG Dwikorita mengatakan, fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan ini tidak masuk dalam kategori gelombang panas. Hal tersebut merujuk kepada karakteristik fenomena maupun karakteristik pengamatan suhu. Nasional BMKG
Baca lebih lajut »