Nelayan Pasuruan Sudah Dua Pekan Krisis Solar

Indonesia Berita Berita

Nelayan Pasuruan Sudah Dua Pekan Krisis Solar
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 detikcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 44 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 21%
  • Publisher: 51%

Selama dua pekan nelayan Pasuruan kelabakan mencari solar. Sebagian besar tidak bisa melaut karena tidak mendapatkan bahan bakar untuk mesin perahu dan kapal. via detik_jatim

kelabakan mencari solar. Sebagian besar tidak bisa melaut karena tidak mendapatkan bahan bakar untuk mesin perahu dan kapal.

"Sudah dua minggu ini nelayan susah dapat solar. Sebagian besar nggak melaut," kata Ketua Rukun Nelayan Kota Pasuruan, Gatot, Senin . Gatot mengatakan selama ini nelayan mendapatkan solar dari SPBU Bugulkidul, Bakalan dan Karangketug. Namun, kata Gatot, sejak SPBU Karangketug tidak melayani stok solar untuk nelayan, banyak nelayan tidak kebagian solar.Sutrisno, nelayan lain mengatakan ada sekitar 2.070

yang terdampak akibat langkanya solar. Mereka berasal dari Kelurahan Ngemplakrejo, Panggungrejo, Mandaran, Tambakan, Gading dan Ngaglik. Kebutuhan solar sekitar 15 ton solar per hari. "Satu perahu diisi 8-10 orang nelayan, dan satu perahu biasanya membutuhkan 100 liter solar," jelasnya.Karena tidak melaut, ribuan nelayan saat ini hanya bisa membenahi jaring. Sebagian nelayan mencari kesibukan dan penghasilan dengan bekerja serabutan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikcom /  🏆 29. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

'Kami di tengah laut selama berjam-jam, tapi tidak ada ikan' - BBC News Indonesia'Kami di tengah laut selama berjam-jam, tapi tidak ada ikan' - BBC News IndonesiaKomunitas nelayan yang hidup di pesisir pantai sebelah barat India mengatakan hasil tangkapan mereka yang dulu melimpah, kini berkurang dengan sangat cepat.
Baca lebih lajut »

Indonesia Sudah Tak Impor Beras Selama Tiga Tahun, Ini PenyebabnyaIndonesia Sudah Tak Impor Beras Selama Tiga Tahun, Ini PenyebabnyaJokowi memastikan Indonesia dalam tiga tahun terakhir ini tidak lagi melakukan impor beras karena hasil produksi beras secara nasional mencapai 31 juta ton. Presiden...
Baca lebih lajut »

Barnabas ingin Persija lebih konsisten selama Piala PresidenBarnabas ingin Persija lebih konsisten selama Piala PresidenBek Persija Barnabas Sobor mengatakan skuadnya mesti bermain lebih konsisten agar mencatat hasil positif selama turnamen pramusim Piala Presiden ...
Baca lebih lajut »

Scholz: G-7 akan Dukung Ukraina 'Selama Mungkin'Scholz: G-7 akan Dukung Ukraina 'Selama Mungkin'Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan kelompok negara demokrasi terdepan, G7, akan memastikan dalam KTT mendatang bahwa kelompoknya akan mendukung Ukraina 'selama mungkin.' Dalam wawancara dengan kantor berita dpa Jerman yang diterbitkan pada Sabtu (18/6), Scholz mengatakan ia ingin...
Baca lebih lajut »

Selama Pandemi, Nasabah PNM Mekaar Bertambah 7,1 JutaSelama Pandemi, Nasabah PNM Mekaar Bertambah 7,1 JutaSebelum pandemi Covid-19, jumlah nasabah PNM Mekaar mencapai 5,6 juta. Saat ini jumlahnya telah meningkat pesat hingga mencapai 12,7 juta nasabah.
Baca lebih lajut »

Kanselir Jerman: Negara G7 akan Terus Dukung Ukraina Selama Diperlukan |Republika OnlineKanselir Jerman: Negara G7 akan Terus Dukung Ukraina Selama Diperlukan |Republika OnlineNegara-negara G7 isyaratkan tolak klaim keberhasilan Rusia mengontrol Ukraina.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 04:06:07