Bos Tesla, Elon Musk menampik insentif yang ditawarkan pemerintah Indonesia dan justru melirik negeri tetangga.
Pemerintah gencar mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik. Salah satunya dengan bos Tesla Elon Musk. Dimulai Menko Marves Luhut hingga Presiden Jokowi telah mendatanginya,
namun hingga kini janji investasi di Indonesia tak pernah terjadi, Tesla justru malah membuka pabrik di negara lain bahkan negara tetangga. Walaupun sejumlah insentif telah disodorkan pemerintah kepada pembuat mobil listrik dari negeri Paman Sam tersebut, mulai dari keringanan pajak hingga konsesi untuk menambang nikel.
Yang jelas kehadiran Tesla di Negeri Jiran itu sangat diharapkan bisa membuka lapangan kerja terampil, termasuk kegiatan menaikan partisipasi perusahaan lokal dalam ekosistem yang dimiliki Tesla. Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
IMF Ganggu Kebijakan Jokowi, Negara Tetangga Buka Suara..Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) beberapa waktu belakangan mengganggu Indonesia dengan mengkritik kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Negara tetangga sampai buka suara..
Baca lebih lajut »
Geger Petani di Negara Tetangga Indonesia Menanam Padi Malam Hari, Ini AlasannyaPara petani Vietnam, pada pekan ini, memilih untuk melakukan penanaman padi di malam hari. Cara ‘aneh’ ini ditempuh seiring peningkatan suhu di sejumlah negara di Asia
Baca lebih lajut »
RI Mau Ekspor Listrik ke Negara Tetangga, Segini Harganya..Menko Marves Luhut menyatakan bahwa Indonesia menawarkan untuk ekspor listrik ke Papua Nugini
Baca lebih lajut »
IMF Minggir! Negara Tetangga RI Puja-puji Aksi JokowiDua negara tetangga RI mendukung langkah Indonesia menghilirisasi pertambangan
Baca lebih lajut »
Jokowi Harap Inflasi Turun Hingga 3%PRESIDEN Joko Widodo mengatakan angka inflasi nasional menurun. Ia menyebut dari angka 4% ke angka 3,5%. Sumber:
Baca lebih lajut »