Negara Geng NATO Kemungkinan Bakal Punya Pemimpin Pro Rusia

Indonesia Berita Berita

Negara Geng NATO Kemungkinan Bakal Punya Pemimpin Pro Rusia
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 cnbcindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 84 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 37%
  • Publisher: 74%

Kandidat kuat perdana menteri Slovakia terang-terangan membela Rusia.

Tak cuma itu, Fico telah meminta pemerintah Slovakia untuk berhenti memasok senjata ke Kyiv, dan mengatakan bahwa jika dia menjadi perdana menteri, Slovakia"tidak akan mengirimkan amunisi lagi." Dia juga menentang Ukraina bergabung dengan NATO.

Dia terpaksa mengundurkan diri pada Maret 2018 setelah berminggu-minggu terjadi protes massal atas pembunuhan jurnalis investigasi Jan Kuciak dan tunangannya, Martina Kušnírová. Kuciak melaporkan korupsi di kalangan elite negara, termasuk orang-orang yang berhubungan langsung dengan Fico dan partainya SMER.Pada 2020 lalu, para pemilih Slovakia tengah berpaling dari SMER dan memilih partai Ordinary People and Independent Personalities yang berhaluan kanan-tengah.

Heger terus menjabat sebagai perdana menteri sementara, tetapi dia juga akhirnya berhenti pada bulan Mei dan digantikan oleh seorang teknokrat, Ludovit Odor. Kekacauan beberapa tahun terakhir memberi Fico peluang baru. Artinya, meskipun partai Fico memenangkan pemilu, kemungkinan besar ia membutuhkan setidaknya satu mitra koalisi. Dia tidak menutup kemungkinan bekerja sama dengan Republika, sebuah partai ekstremis sayap kanan yang mengklaim bahwa perang di Ukraina adalah konsekuensi dari"kebijakan ekspansi NATO" dan"agresi Kyiv terhadap minoritas Rusia di Ukraina timur.

Dominika Hajdu, direktur kebijakan di Pusat Demokrasi dan Ketahanan GlobSec, mengatakan Slovakia sangat rentan terhadap propaganda Rusia. Slovakia memiliki hubungan yang rumit dengan Hongaria, karena telah menjadi bagian dari kekaisaran Austro-Hungaria selama berabad-abad. Orang Hongaria adalah minoritas terbesar di Slovakia dan banyak orang Hongaria masih menganggap Perjanjian Trianon tahun 1920, yang mendefinisikan ulang perbatasan negara setelah Perang Dunia 1, sebagai ketidakadilan terhadap negara mereka. Hal ini telah menimbulkan retorika nasionalis di kedua sisi perbatasan.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

cnbcindonesia /  🏆 7. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Mantan Presiden Rusia: Tak Ada Pilihan Lain, NATO Vs RusiaMantan Presiden Rusia: Tak Ada Pilihan Lain, NATO Vs RusiaMantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyebut negara-negara barat yang tergabung dalam NATO mendorong konflik global terparah sejak Perang Dunia II.
Baca lebih lajut »

Koalisi Sipil Ingatkan Revisi UU TNI Jika Salah Bisa Jadi Ancaman DemokrasiKoalisi Sipil Ingatkan Revisi UU TNI Jika Salah Bisa Jadi Ancaman Demokrasireformasi 1998 menegaskan tugas militer dalam negara demokrasi adalah alat negara dalam fungsi pertananan negara.
Baca lebih lajut »

NATO Siap Ekspansi ke Asia, Rusia Beri Respons MenohokNATO Siap Ekspansi ke Asia, Rusia Beri Respons MenohokKetegangan antara NATO dan Rusia akibat perang di Ukraina dikabarkan membuat pakta militer negara-negara Barat itu akan melakukan ekspansi ke Asia.
Baca lebih lajut »

AS Diminta Tak Usah Sok Ngajarin Ukraina Perang Lawan Rusia, Standar Tempur NATO Cuma PropagandaAS Diminta Tak Usah Sok Ngajarin Ukraina Perang Lawan Rusia, Standar Tempur NATO Cuma PropagandaBahkan, tentara Kiev dalam beberapa hal di jenis pertempuran modern, lebih memahami dan unggul dalam segi pengetahuan dari tentara AS.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 23:10:32