NATO dan Amerika Serikat melalui badan intelijen CIA dilaporkan terlibat dalam kampanye untuk menyabotase Rusia.
Foto: Kilang minyak kebakaran di Bryansk, Rusia, Senin, waktu setempat. Aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara dan Amerika Serikat melalui badan intelijen CIA dilaporkan terlibat dalam kampanye untuk menyabotase Rusia.
"Kampanye ini bertanggung jawab atas banyak ledakan yang tidak dapat dijelaskan dan kecelakaan lain yang menimpa kompleks industri militer Rusia sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada bulan Februari," paparnya. "Sementara perintah dan kontrol atas program sabotase berada di CIA untuk alasan hukum, sekutu NATO memiliki suara yang kuat di mana operasi maju karena orang-orang mereka mengambil risiko," imbuhnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sekjen NATO Tidak Tuntut Finlandia dan Swedia Diratifikasi Bersama ke NATO |Republika OnlinePresiden Turki sangat keberatan dengan keinginan Swedia gabung NATO.
Baca lebih lajut »
7 Update Perang Rusia Ukraina: Zelensky, NATO, Putin, ChinaPerang Rusia di Ukraina masih terus terjadi. Berikut sejumlah updatenya.
Baca lebih lajut »
Rusia Sudah Kerahkan Kapal Perang Bersenjata Nuklir, Momok bagi NATOBadan Intelijen Norwegia menggambarkannya sebagai ancaman sangat serius bagi negara-negara NATO. Norwegia, salah satu negara NATO, mengungkap bahwa Rusia sudah...
Baca lebih lajut »
Rusia Siapkan Pertarungan Udara Besar-besaran, NATO Pontang-panting Perkuat UkrainaRusia mungkin berencana melancarkan serangan ke Ukraina dengan kekuatan udara besar-besaran untuk memecahkan kebuntuan di medan perang. Rusia mungkin berencana...
Baca lebih lajut »
NATO Sangkal Berkonflik dengan RusiaPakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak menganggap pihaknya berkonflik dengan Rusia, tetapi tetap akan memasok persenjataan yang lebih canggih dan berat ke Ukraina.
Baca lebih lajut »
Rusia Klaim Paksa Pasukan Ukraina Mundur 3 Km, Bantuan NATO Segera TibaRusia mengklaim menembus dua garis pertahanan Ukraina, sementara negara-negara anggota NATO mengumumkan lebih banyak dukungan ke Kyiv.
Baca lebih lajut »