Kepada Bank Dunia, Nadiem Makarim mengatakan, Kemendikbudristek mengetahui sekolah mana yang mampu dipertahankan.
Liputan6.com, Jakarta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengakui bahwa learning loss atau menurunnya pengetahuan dan keterampilan siswa secara akademis dialami oleh pelajar di Indonesia, terutama saat mereka terpaksa belajar di rumah semasa pandemi Covid19.
"Dalam skala nasional, hal pertama dan terpenting sebenarnya adalah mengubah fleksibilitas kurikulum itu sendiri. Jika kita menerapkan segala macam reformasi, dan kita memberi ruang, dalam kebijakan kurikulum, untuk benar-benar mengejar ketertinggalan kita agar pulih dari learning loss ini," jelasnya.
"Selama COVID, kami menjalankan eksperimen, dimana sebelum Kurikulum Merdeka diterapkan. Kami melakukan satu reformasi jalan tengah, menyediakan kurikulum opsional yang disebut kurikulum darurat, atau Anda dapat menyebutnya kurikulum pandemi, yang merupakan versi kurikulum yang dipotong secara besar-besaran," ungkap Nadiem.
Hingga sekarang, sudah banyak satuan pendidikan yang mulai mencoba mengimplementasikan Kurikulum Merdeka lewat jalur mandiri. Namun, banyak miskonsepsi terkait implementasi Kurikulum Merdeka ini. “Jangan menunggu dari pusat, guru dapat mengambil inisiatif untuk mengembangkan kapasitas secara mandiri. Peran Kemendikbudristek adalah menyediakan sumber daya atau perangkat untuk digunakan sekolah secara mandiri sesuai konteksnya sendiri,” terang Anindito.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sri Mulyani Dorong Generasi Muda RI Berkarir di Bank Dunia'Bekerja di institusi seperti World Bank tidak hanya memberi kesempatan untuk mengejar karir, tetapi juga memahami dan terlibat dengan banyak negara berbeda,' kata Sri Mulyani.
Baca lebih lajut »
Indonesia Ngebet Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi di 2045, Ini PR dari Bank DuniaBank Dunia mengatakan bahwa, untuk Indonesia mencapai target menjadi negara berpendapatan tinggi pada tahun 2045, negara perlu mempercepat, bukan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Baca lebih lajut »
Dunia akui Pidato Pancasila Bung Karno di PBB sebagai arsip duniaDirektur Eksekutif Pusat Studi Pancasila (PSP) Universitas Pancasila Dr. Darmansjah Djumala mengatakan penetapan UNESCO-PBB atas pidato Ir. Soekarno atau Bung ...
Baca lebih lajut »
Bank Aladin (BANK) Catat Total Nasabah Tembus 2,4 Juta pada Kuartal I/2023PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) mencatat bahwa hingga kuartal I/2023 total nasabah yang berhasil diakuisisi oleh perseroan mencapai 2,4 juta nasabah.
Baca lebih lajut »
Bank Sentral Ramai-ramai Naikkan Suku Bunga, Ada Apa?Bank sentral di seluruh dunia banyak menaikkan suku bunga acuan sebagai upaya untuk mengatasi inflasi tinggi.
Baca lebih lajut »