Ada begitu banyak persoalan yang harus diselesaikan ASEAN, dengan Indonesia sebagai pemegang keketuaannya tahun ini. Myanmar, diakui atau tidak, adalah salah satu sumber persoalan yang tidak mudah diselesaikan.
Tahun ini, ASEAN harus memperbaharui perjanjian perdagangan bebas bersama Australia dan Selandia Baru, yang dikenal sebagai AANZFTA . Perjanjian baru ini, kata Dina Kurniasari, Direktur Perundingan Perdagangan ASEAN, Kementerian Perdagangan, ditargetkan akan disepakati pada Agustus 2023 nanti.“Saat ini terjadi berbagai dinamika baru. Misalnya seperti krisis kemanusiaan di Myanmar dan sebagainya, yang ikut mempengaruhi dinamika apakah bisa hal ini ditandatangani.
Padahal, kata Randy, ada dua perkembangan yang tidak sejalan dengan klaim itu. “Sekarang ini, ASEAN belum bisa berhasil membuat Myanmar mau mengikuti atauPerkembangan kedua adalah keputusan sejumlah negara-negara kuat, seperti Amerika Serikat, yang menciptakan forum-forum baru di kawasan ini, tanpa menyertakan Myanmar di dalamnya. “Ini, menurut saya refleksi dari ketidakpercayaan.
Suryopratomo juga mengatakan, “Penyelesaian Myanmar tidak dilakukan dengan megaphone policy, tetapi dengan upaya pendekatan kepada para stakeholder dan sebisa mungkin dilakukan secara silent, sehingga semua persoalan tidak muncul keluar dan tidak mempermalukan Myanmar.” “Inklusivitas itu artinya, Myanmar harus mau patuh bersama-sama dengan yang lain. Ini masalah komitmen. Meyakinkan mereka untuk komit itu satu hal. Sedangkan ASEAN kita tahu, bukanlah sebuah asosiasi bangsa-bangsa yang memiliki mekanisme sanksi,” kata Farhan.yang sudah disepakati dalam penyelesaian persoalan ini. Lima konsensun itu adalah, pertama kekerasan harus dihentikan. Kedua, dialog konstruktif antara semua pihak.
Farhan menambahkan, “Kekuatan Indonesia dalam menangani isu Myanmar ini, karena sebagai ketua ASEAN di 2023 sesuai dengan mandat lima poin konsensus tadi, Indonesia harus maksimal membantu Myanmar keluar dari krisis.”Sebagai ketua ASEAN, Indonesia akan menghadapi tantangan luar biasa dalam penyelesaian masalah Myanmar. Yose Rizal Damuri, Direktur CSIS menyebut apa yang dihadapi jauh lebih kompleks dari apa yang terlihat.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Penyerang Asing Persebaya Surabaya Sebut Ada Kesamaan Sepakbola Indonesia Dengan Kamboja | Goal.com IndonesiaVictor kembali mencetak gol ketika Persebaya mengalahkan BhayangkaraFC. Liga1
Baca lebih lajut »
Masalah Pelik Myanmar Jadi Tantangan Utama Keketuaan ASEAN 2023, Menurut LemhannasGubernur Lemhannas Andi Widjajanto mengatakan isu Myanmar menjadi tantangan utama bagi Indonesia dalam menjalani peran Keketuaan ASEAN 2023.
Baca lebih lajut »
Hari Pertama Indonesia Masters, Teriakan 'Indonesia, Indonesia' Terus BergemaTerik matahari di kawasan Istora Senayan Jakarta tidak menghalangi para penggemar bulutangkis Tanah Air untuk memeriahkan hari pertama perhelatan tersebut, Selasa.......
Baca lebih lajut »
Momok Seram di RI Diramal Lebih Tinggi dari ASEAN, Ada Apa?Laju inflasi yang selalu digambarkan sebagai 'momok' di tanah air, diperkirakan pada tahun ini akan mencapai 4,6%.
Baca lebih lajut »
Keberhasilan Indonesia di Presidensi G-20 Diharapkan Berlanjut saat Memimpin ASEANKeberhasilan kepemimpinan Indonesia dalam Presidensi G-20 diharapkan dapat dilanjutkan saat memimpin ASEAN. Soliditas antarnegara ASEAN sangat dibutuhkan dalam...
Baca lebih lajut »