Pidi Baiq dan Raam Punjabi memiliki pendapat masing-masing terkait selera pasar.
Pidi Baiq menyampaikan bahwa dalam menghasilkan suatu karya dia selalu mengikuti selera diri sendiri untuk bisa diterima oleh masyarakat. “Jadi, kalau saya tidak terlibat buat apa, intinya saya juga harus terlibat. Kalau akhirnya cuma konsentrasi pada selera masyarakat, bisa aja sayanya juga tidak suka, itu kan sebuah pengkhianatan,” ujar Pidi Baiq.
Di sisi lain, Raam Punjabi mengatakan bahwa sebuah karya itu harus keluar dari hati dan disatukan dengan selera masyarakat. Dia juga melihat bahwa karya-karya Pidi Baiq bisa sukses karena adanya keterlibatan secara hati, mempelajari keadaan masyarakat, dan juga melihat kemajuan industri perfilman di Indonesia.
Terkait kontrak, Raam Punjabi belum dapat memastikan sampai kapan kerja sama ini akan berlangsung. Dia mengatakan bahwa kerja sama ini tidak hanya didasarkan oleh kontrak saja, tetapi juga melalui ikatan batin yang akan hidup selamanya. “Sulit untuk saya katakan ini untuk berapa bulan, berapa buku, Saya mengharapkan selama kita masih bisa memberikan sumbangsih terhadap industri ini dan memuaskan penonton film nasional, kerjasama akan hidup terus,” tambahnya.