Program dai bersertifikat masih dalam penyusunan draf akhir
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rencana sertifikasi untuk para da'i dari masyarakat dinilai belum diperlukan. Ketua PP Muhammadiyah Prof Dadang Kahmad menjelaskan, para dai yang melakukan tugas secara sukarela sebagai bentuk pengabdian kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. "Untuk dai-dai sukarela sebagai suatu pengabdian kepada Allah, sertifikasi itu tidak perlu," kata Dadang, Kamis .
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan, program dai bersertifikat masih dalam proses penyusunan draf akhir. Dia mengatakan, program tersebut sedang dimatangkan pada pekan ini. Adapun awalnya rencana sertifikasi dan standardisasi dai yang dikemukakan oleh Mantan Mengeteri Agama, Lukman Hakim sempat menuai pro dan kontra. lalu rencana Lukman akhirnya direalisasikan pada era Menag Fachrul Razi. Angkatan pertama melaksanakan program sertifikasi dan standardisasi pada November 2019.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Program Sertifikasi Dai Dibahas dengan MUI, Ormas, dan BPIP |Republika OnlineBPIP, MUI, dan Ormas dilibatkan dalam program sertifikasi Dai.
Baca lebih lajut »
Mengoptimalkan Organisasi Penggerak Muhammadiyah dan NU |Republika OnlineOrganisasi Penggerak Muhammadiyah dan NU tak bisa diabaikan dalam pendidikan
Baca lebih lajut »
Islam Dihina Lagi, Muhammadiyah: Jangan Terpancing |Republika OnlineMuhammadiyah meminta umat Islam tak terpancing penghinaan Islam.
Baca lebih lajut »
Ganjil-Genap Berlaku 24 Jam, Dirlantas: Belum Dibahas |Republika OnlinePerluasan pelaksanaan ganjil-genap di Jakarta belum bisa terealisasi.
Baca lebih lajut »
Dirjen Heran Surabaya Belum Selesai Penyederhanaan Birokrasi |Republika OnlineDitjen Otda akan melakukan komunikasi lebih intensif dengan Pemkot Surabaya.
Baca lebih lajut »