Menurut Gubes IPB, komersialisasi KRB bisa mempunyai dampak negatif dan positif.
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Menteri Kehutanan periode 2004-2009 sekaligus pemerhati lingkungan, MS Kaban mendorong Kebun Raya Bogor menjadi objek wisata konservasi tumbuhan dan hewan yang mampu adaptif terhadap perubahan zaman, dengan tetap mempertahankan keseimbangan.
Tempat yang menjadi kebanggaan Kota Bogor itu juga telah menjadi tujuan wisata bagi banyak wisatawan Indonesia dan dunia. Sehingga dari sisi terminologi wisata, menurut Kaban, perlu ada pengelola yang sifatnya menata bisnis agar mampu menghasilkan serta mampu menjaga keseimbangan lingkungan atau ekosistem di dalamnya.
Guru Besar Institut Pertanian Bogor Hermanto Siregar menyampaikan, perlu adanya sebuah parameter untuk melihat Kebun Raya Bogor dari sudut pandang ekonomi dan wisata. Komersialisasi Kebun Raya Bogor, lanjut dia, bisa mempunyai dampak negatif dan juga positif di dalam titik batas tertentu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Wisata Edukasi Virtual Kebun Raya Bogor, Tetap Bisa Piknik Sambil BelajarKebun Raya Bogor telah mengjadirkan layanan wistaa edukasi virtual itu bagi pelajar dan mahasiswa selama pandemi.
Baca lebih lajut »
Kementan Dorong Lebih Banyak Pesantren Pertanian |Republika OnlinePemberdayaan petani, santri, dan masyarakat melahirkan rantai pasok yang bermanfaat.
Baca lebih lajut »
Inklusi Keuangan Digital Dorong Pemulihan Ekonomi Indonesia |Republika OnlinePada 2021 omzet mitra UMKM di ekosistem GoTo Financial diprediksi naik 37 persen.
Baca lebih lajut »
Pemkot Bogor Targetkan Vaksinasi Tuntas Akhir Oktober |Republika OnlinePemkot Bogor menyebut saat ini vaksinasi telah mencapai 83 persen
Baca lebih lajut »