Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyampaikan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia, sebab ...
waktu baca 2 menit Pengendara sepeda motor antre untuk mengisi bahan bakar minyak jenis Pertamax di SPBU kawasan Rempoa, Tangerang Selatan, Banten, Rabu .
Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter. ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj. Jakarta - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menyampaikan kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak mentah dunia, sebab tidak masuk ke kategori BBM yang mendapatkan subsidi pemerintah.
“Berhubung jenis BBM Pertamax bukan merupakan bagian dari JBT atau JBKP , tentunya tidak mendapatkan subsidi pemerintah, sehingga harganya akan naik-turun sesuai harga minyak mentah dunia,” kata Eddy dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu. Menurut dia, kenaikan harga BBM nonsubsidi saat ini merupakan bentuk penyesuaian atas harga minyak mentah yang selama beberapa bulan terakhir bertahan di kisaran 80–100 dolar AS per barel.
Harga tersebut bisa lebih tinggi karena adanya ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan. Kondisi ini bahkan diproyeksikan akan bergerak naik lagi, apalagi Iran resmi menutup total Selat Hormuz untuk semua aktivitas pelayaran. Eddy memahami bahwa kenaikan harga Pertamax akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dan beban operasional pelaku usaha. Akan tetapi, dampak tersebut sudah lebih dulu dirasakan masyarakat dan pelaku usaha ketika BBM nonsubsidi lainnya lebih dahulu mengalami kenaikan harga, seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.
Eddy meyakini kenaikan biaya operasional tidak akan berpengaruh signifikan terhadap harga jual produk akhir.
“Harapan dunia usaha agar pemerintah dapat memberikan dukungan atau insentif di bidang lainnya, baik insentif fiskal maupun nonfiskal, dengan tujuan agar operasional dan kinerja dunia usaha tetap terjaga,” katanya. Anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral itu berharap tidak terjadi migrasi besar-besaran konsumen Pertamax ke BBM bersubsidi Pertalite. Ia menilai pemerintah telah mengatur dengan ketat tata cara pembelian BBM jenis Pertalite bagi kalangan atau konsumen tertentu.
Harga BBM jenis Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green berubah dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Harga Pertamax Masih di bawah Harga Keekonomian, Pemerintah Lakukan PenyesuaianKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa harga Pertamax saat ini dinilai masih berada di bawah harga keekonomian. Kebijakan penyesuaian harga BBM non subsidi yang dilakukan pemerintah merupakan langkah moderat untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pasokan energi dan daya beli masyarakat.
Baca lebih lajut »
Penyesuaian Harga BBM Pertamax Masih di Bawah Harga EkonomiHarga BBM nonsubsidi Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter, namun pemerintah menyatakan harga tersebut masih di bawah harga keekonomian. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dijaga agar tidak naik demi melindungi daya beli kelompok rentan.
Baca lebih lajut »
Pertamina Patra Niaga: Kenaikan Harga Pertamax dan Pertamax GreenPertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga produk bahan bakar minyak jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Baca lebih lajut »
Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik, Pertamax Naik Ikuti Harga Minyak DuniaSekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak mengalami kenaikan. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertamax yang merupakan BBM non-subsidi mengalami kenaikan karena mengikuti harga minyak dunia yang naik sejak Maret 2026. Kenaikan Pertamax dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok.
Baca lebih lajut »




