Kuat lemahnya suatu negara ditentukan oleh rasa nasionalisme seluruh warganya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dihadapan para siswa, guru dan alumni SMAN 15 Jakarta, Ketua Badan Anggaran Majelis Permusyawaratan Rakyat RI, Idris Laena, menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan Indonesia. Disebutnya, Indonesia adalah Negera yang besar, terdiri dari 17 ribu pulau, 1.370 suku, serta 800 bahasa. Kekayaan Indonesia, itu menurut Idris Laena, bukan hanya membanggakan tetapi juga berpotensi menyebabkan perpecahan.
Sedangkan Libanon, negeri nan Indah itu saat ini dilanda kecamuk perang saudara yang tak berkesudahan. Di Libanon, pertempuran bisa terjadi kapan saja, meski sebelumnya dalam kondisi damai. Suasana seperti itu menurut Idris harus dipertahankan. Caranya, semua kelompok dan suku-suku yang ada di Indonesia, saling menghormati satu dengan yang lainnya. Tidak boleh ada satu kelompok pun yang merasa menang sendiri. Semua harus mau berkorban demi kepentingan bersama.
Salah satu contoh sikap toleransi dan pengorbanan yang patut di tiru oleh generasi muda, menurut Idris adalah saat umat Islam Indonesia rela menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta sehingga untuk menjadikan Pancasila seperti yang dikenal sekarang. Saat itu, para ulama lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan Indonesia, dibanding ego keagamaan. Dan dengan sukarela serta keikhlasan yang tinggi mereka memilih negara Kesatuan Republik Indonesia dibanding negara Islam.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Sosialisasi Empat Pilar di SMA Negeri 15, MPR Sampaikan Pentingnya PancasilaAcara sosialisasi empat pilar di SMA Negeri 15 ini berlangsung hangat. Sebagai pembicara, Idris interaktif dengan peserta sehingga acara tidak menjemukan. Bahkan, Idris menyelipkan kuis saat acara sosialisasi empat pilar. MPR
Baca lebih lajut »
Ketua MPR soal Amendemen UUD 1945: Hanya soal GBHN, Nggak Boleh yang LainKetua MPR Zulkifli Hasan menegaskan rencana amandemen terbatas UUD 1945 hanya berkaitan dengan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan tidak melebar ke pasal-pasal lain. AmandemenUUD1945
Baca lebih lajut »
Ketua MPR Akui Perlu Proses Panjang untuk Mengaktifkan Kembali GBHNKetua MPR Zulkifli Hasan mengatakan, perlu penyesuaian terbatas terhadap UUD 1945 hasil amendemen, sebelum mengaktifkan GBHN. MPRRI
Baca lebih lajut »
Ini Titipan Zulkifli Hasan untuk Anggota MPR Periode BerikutnyaMasa jabatan Zulkifli Hasan sebagai Ketua MPR akan berakhir dalam waktu dekat. Begitu juga dengan masa jabatan seluruh anggota MPR.
Baca lebih lajut »
PAN Usul Revisi UU MD3 Terkait Pimpinan MPRSaleh meminta parpol yang setuju 10 kursi pimpinan MPR untuk ikut revisi UU MD3.
Baca lebih lajut »