Beyond the Breaking News

Morgan Stanley Lakukan Transaksi Besar Saham AMRT, IHSG Tertekan

Bisnis News

Morgan Stanley Lakukan Transaksi Besar Saham AMRT, IHSG Tertekan
Morgan StanleyAMRTAlfamart

Morgan Stanley menjual dan membeli saham AMRT dalam jumlah besar pada akhir Mei 2026. Saham AMRT melemah, IHSG terkoreksi, di tengah rupiah terdepresiasi. Kinerja keuangan AMRT 2025 mencatat pertumbuhan positif.

Morgan Stanley and Co International Plc melakukan transaksi jual beli saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ( AMRT ), pengelola gerai Alfamart . Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 29 Mei 2026, Morgan Stanley menjual 1.293.000 saham AMRT dengan harga Rp1.346 per saham, senilai Rp1,74 miliar.

Di hari yang sama, Morgan Stanley membeli 179.137.756 saham AMRT dengan harga Rp1.151 per saham, senilai Rp206,18 miliar. Tujuan transaksi adalah investasi dengan kepemilikan langsung. Sebelum transaksi pembelian, Morgan Stanley mengenggam 3.649.457.400 saham AMRT. Setelah transaksi, kepemilikan Morgan Stanley di AMRT menjadi 3.827.302.196 saham atau 9,314% dari total saham.

Transaksi ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap prospek ritel di Indonesia. Pada penutupan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, harga saham AMRT turun 2,17% menjadi Rp1.350 per saham. Saham dibuka stagnan di Rp1.380, bergerak dalam rentang Rp1.320 hingga Rp1.390. Volume perdagangan mencapai 1.213.165 saham dengan nilai transaksi Rp163,9 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,11% ke level 5.941,06. Indeks LQ45 turun 4,89% menjadi 588,99. Seluruh sektor saham mengalami koreksi: sektor basic materials turun 9,05% sebagai yang terbesar, energi turun 5,61%, industri turun 3,54%, consumer non-cyclical turun 3,99%, cyclical turun 3,23%, kesehatan turun 4,36%, keuangan turun 1,76%, properti turun 3,48%, teknologi turun 2,93%, infrastruktur turun 5,05%, dan transportasi turun 4,15%. Total 692 saham tertekan, 69 saham menguat, dan 54 saham stagnan.

Frekuensi perdagangan mencapai 2.761.582 kali dengan volume 39,8 miliar saham dan nilai transaksi Rp25,1 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah ke posisi 17.970, turut menekan pasar saham. Pelemahan IHSG dipengaruhi oleh sentimen global dan tekanan pada nilai tukar. Di sisi lain, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke BEI, pendapatan perusahaan mencapai Rp126,73 triliun, naik 7,19% dari tahun sebelumnya sebesar Rp118,22 triliun. Beban pokok pendapatan naik 6,58% menjadi Rp98,98 triliun, sehingga laba bruto naik 9,4% menjadi Rp27,75 triliun. Beban penjualan dan distribusi meningkat menjadi Rp21,75 triliun dari Rp20,20 triliun, sementara beban umum dan administrasi naik menjadi Rp2,43 triliun dari Rp2,17 triliun. Pendapatan lainnya naik dari Rp1,22 triliun menjadi Rp1,33 triliun.

Laba usaha melonjak 11,86% menjadi Rp4,56 triliun dari Rp4,07 triliun. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 8,34% menjadi Rp3,41 triliun dari Rp3,14 triliun, dengan laba per saham naik menjadi Rp82,16 dari Rp75,81. Total ekuitas naik 9,5% menjadi Rp19,38 triliun, liabilitas naik 9,9% menjadi Rp23,19 triliun, dan total aset naik 9,74% menjadi Rp42,57 triliun. Kas dan setara kas tercatat Rp4,67 triliun, menurun dari Rp4,84 triliun.

Kinerja ini mencerminkan ekspansi bisnis yang berkelanjutan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Pertumbuhan pendapatan didorong oleh peningkatan jumlah gerai dan penjualan produk. Perseroan berhasil mengelola biaya operasional dengan baik, sehingga laba bersih meningkat signifikan. Dengan fundamental yang kuat, saham AMRT tetap menarik bagi investor jangka panjang

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

Morgan Stanley AMRT Alfamart Saham IHSG

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks LQ45 di Bursa Efek IndonesiaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks LQ45 di Bursa Efek IndonesiaBerdasarkan data RTI, sesi pertama, IHSG naik 1,49% menjadi 6.218,86. Indeks saham LQ45 menguat 1,51% menjadi 620,37. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.264,26 dan level terendah 6.161,98. Sebanyak 336 saham menguat dan 316 saham melemah. 164 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.562.599 kali dengan volume perdagangan saham 18,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.837.
Read more »

Harga Minyak Dunia Berpotensi Tetap Tinggi, Ini Prediksi Morgan StanleyHarga Minyak Dunia Berpotensi Tetap Tinggi, Ini Prediksi Morgan StanleyMorgan Stanley memperkirakan produksi minyak Timur Tengah butuh empat bulan untuk pulih setelah Selat Hormuz dibuka kembali. Harga minyak masih terdorong konflik.
Read more »

IHSG Ditutup Menguat, Dipimpin Saham Sektor EnergiIHSG Ditutup Menguat, Dipimpin Saham Sektor EnergiIHSG pada Selasa sore ditutup naik dipimpin oleh penguatan saham-saham sektor energi.
Read more »

IHSG Hari Ini 3 Juni 2026 Anjlok 4% Jelang Penutupan Sesi PertamaIHSG Hari Ini 3 Juni 2026 Anjlok 4% Jelang Penutupan Sesi PertamaLaju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 6.000 pada perdagangan saham Rabu, (3/6/2026).
Read more »



Render Time: 2026-06-03 17:29:30