Mitos Safar Bulan Sial dan Bagaimana Kita Bersikap?

Indonesia Berita Berita

Mitos Safar Bulan Sial dan Bagaimana Kita Bersikap?
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 47 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 22%
  • Publisher: 63%

Mitos Safar bulan sial berasal dari Arab Jahiliyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebagaimana bulan-bulan lainnya dalam kalender Hijriyah, bulan Safar adalah waktu yang merupakan ciptaan dan kehendak Allah SWT. Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan Islam setelah bulan Muharram. Namun, ketika berbicara tentang Safar, tidak sedikit masyarakat yang masih memiliki pemikiran bahwa terdapat kesialan pada Safar.

Karena mereka berperang pada bulan itu, kata Kiai Sahiron, sebagian dari mereka mengalami luka atau terbunuh. Sehingga, mereka meyakini Safar sebagai bulan sial. Kiai Sahiron menjelaskan, saat Islam datang, Rasulullah SAW melarang anggapan-anggapan yang tidak sesuai dengan syariat, termasuk menganggap sial bulan Safar. Menganggap sial bulan Safar dikatakan termasuk salah satu jenis tathayyur yang terlarang lantaran termasuk kebiasaan jahiliyyah.

Pada hadis lainnya disebutkan, Rasulullah SAW juga bersabda,"Tidak ada wabah dan tidak ada keburukan binatang terbang dan tiada kesialan bulan Safar dan larilah daripada penyakit kusta sebagaimana kamu melarikan diri dari seekor singa" . Menanggapi berbagai mitos tentang Safar, Kiai Sahiron mengingatkan kaum Muslim sebaiknya bersikap biasa saja dan tetap meyakini bahwa segala kejadian di bulan Safar atau bulan yang lainnya merupakan taqdir Allah.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Berbagai Mitos Bulan Safar dalam Tradisi Arab JahiliyahBerbagai Mitos Bulan Safar dalam Tradisi Arab JahiliyahAda anggapan bahwa bulan Safar identik dengan 'kesialan' atau penyakit.
Baca lebih lajut »

Munculnya Buaya Saat Mandi Safar DiantisipasiMunculnya Buaya Saat Mandi Safar DiantisipasiDalam sebulan warga dua kali lihat buaya di perairan sekitar tempat Mandi Safar.
Baca lebih lajut »

Pawang buaya dilibatkan amankan tradisi Mandi Safar di SampitPawang buaya dilibatkan amankan tradisi Mandi Safar di SampitKekhawatiran munculnya buaya saat tradisi Mandi Safar di Sungai Mentaya Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pada 23 Oktober 2019 perlu ...
Baca lebih lajut »

Infografik: Beragam mitos alat kontrasepsiInfografik: Beragam mitos alat kontrasepsiHari Kontrasepsi Sedunia ditetapkan untuk tingkatkan kesadaran penggunaan kontrasepsi, edukasi kesehatan reproduksi, dan kesehatan seksual.
Baca lebih lajut »

Rumput Tampurung Kalui, antara mitos dan realitaRumput Tampurung Kalui, antara mitos dan realitaTumbuhan termasuk jenis rerumputan "Tampurung Kalui" yang masuk golongan rumput teki (Cyperus rotundus) biasa tumbuh subur di pedalaman daerah ...
Baca lebih lajut »

6 Fakta Gas Air Mata, dari Sejarah, Mitos Odol, hingga Efek Bahayanya6 Fakta Gas Air Mata, dari Sejarah, Mitos Odol, hingga Efek BahayanyaGas air mata jadi saksi bisu dalam kerusuhan demo mahasiswa dan pelajar di depan gedung DPR Jakarta, Senin (30/9/2019). Berikut 6 fakta gas air mata.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-05 02:17:46