Belakangan ini miris kisah anak yang lakukan pembacokan pada teman hingga orang tuanya, seperti seorang anak berinisial Ag di Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.
Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini miris terjadi aksi pembacokan yang dilakukan oleh anak sekolah. Yang belum lama terjadi, seorang anak berinisial Ag di Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Provinsi Riau membacok ayahnya hingga kritis.
"Sewaktu pulang ke rumah, korban dalam keadaan mabuk. Korban kemudian memarahi istrinya yang merupakan ibu kandung dari pelaku. Pelaku ini merupakan anak tiri korban," ujar Ronald, Senin 13 Maret 2023. Tak hanya itu, ada pula seorang santri di salah satu pondok pesantren Kecamatan Gandusari Blitar harus berurusan dengan polisi karena melukai rekannya dengan senjata tajam.
"Ketiga terduga pelaku penyerangan dan penganiayaan hingga tewas korban berinisial Ra ini kami tangkap saat bersembunyi di sekitar perkebunan karet di wilayah Kecamatan Palabuhanratu," kata Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede, Minggu 5 Maret 2023. Tanpa basa-basi pelaku eksekutor langsung mengeluarkan celuritnya dan membacokkan ke leher Ra hingga mengalami luka yang parah. Usai dibacok, korban sempat meminta tolong sembari berjalan dan memegang lehernya yang terluka parah. Hanya beberapa langkah, Ra pun tersungkur ke aspal dalam kondisi tak sadarkan diri.
Maruly mengatakan diduga Ra menjadi korban salah sasaran, karena saat kejadian menggunakan seragam pramuka ditambah tubuhnya yang bongsor seperti anak tubuh pelajar SMP. Usai melakukan aksinya, pelaku sempat mencoba menghilangkan barang bukti berupa celurit, namun berhasil ditemukan. Kasus ini pun sempat memicu emosi warga yang geram dengan perilaku sadis mereka menghabisi nyawa anak SD yang masih duduk di bangku kelas VI. Tetapi emosi warga berhasil diredam dan Polres Sukabumi meminta untuk menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian.3 dari 5 halaman2.
"Tangan korban luka robek, tepatnya di bagian tangan kanan. Saat ini, kami masih tangani kejadian ini," katanya. Sedangkan aktivitas di pondok pesantren tersebut saat ini masih berlangsung dengan normal pascakejadian tersebut. Pihak pondok pesantren juga belum memberikan konfirmasi kejadian tersebut. Bismo mengungkapkan, awal mulanya MA, SA dan ASR sedang mencari keberadaan ACA yang ditenggarai menantang tawuran dengan kelompok pelaku melalui media sosial. ACA ini merupakan siswa SMK Bina Warga, tempat korban bersekolah.
Pada saat itu, MA, SA dan ASR yang menggunakan satu unit sepeda motor melihat ada lima siswa dari SMK Bina Warga sedang menyeberang jalan di lampu merah Pomad, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Miris, Anak Lilis Karlina Kuasai Peredaran Narkoba di Tiga KabupatenAnak pedangdut Lilis Karlina yang masih berusia 15 tahun inisial RD menjadi sorotan setelah diamankan terkait kasus narkoba. RD aktif menjual layaknya bandar narkoba
Baca lebih lajut »
Anak Lilis Karlina Usia 15 Tahun Jadi Tersangka Bandar Narkoba, Kapolres: MirisKapolres Purwakarta mengaku miris anak Lilis Karlina berusia 15 tahun jadi tersangka bandar peredaran obat terlarang.
Baca lebih lajut »
Kisah Nabi Zakaria AS yang Dambakan Kehadiran Seorang AnakMelalui Al-Qur'an, Allah SWT ceritakan kisah Nabi Zakaria AS saat ia memohon keturunan. Ini kisah singkatnya.
Baca lebih lajut »
Kisah Aipda Purnomo Abdikan Diri Rawat Ratusan ODGJ hingga Anak TelantarKanit Binpolmas Polres Lamongan, Aipda Purnomo, diusulkan publik menjadi salah satu kandidat penerima HoegengAwards2023 karena merawat OGDJ hingga anak-anak telantar. Begini kisah mulia beliau.
Baca lebih lajut »
Kisah Inspiratif Eddie Vedder Vokalis Pearl Jam, Anak Broken Home yang Bangkit dari KeterpurukanKisah Inspiratif Eddie Vedder Vokalis Pearl Jam, Anak Broken Home yang Bangkit dari Keterpurukan TempoSeleb
Baca lebih lajut »
Kisah Firaun Membantai Seluruh Anak Laki-laki tapi Adopsi Nabi MusaFiraun dikenal sebagai raja yang zalim. Ia membantai seluruh anak laki-laki karena takut kekuasaannya direbut, tetapi takdir berkata lain. Bagaimana kisahnya?
Baca lebih lajut »