Nasib guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK) di Pacitan jauh dari kata sejahtera. Insentif yang mereka terima selama ini dinilai tidak seimbang dengan tugas yang diemban.
Pengurus Himpaudi Pacitan Susi Nur Hayati menyebut terdapat 1.233 pengajar TK dan PAUD. Beberapa di antara mereka ada yang lulusan SMP.
‘’Jumlah guru PAUD dan TK cukup banyak ya, baik di desa maupun di kota. Kami harapkan ada perhataian dari pemkab,’’ katanya saat ditemui disela kegiatan konsultasi publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2024 di pendapa kemarin . Dia mengatakan, guru PAUD-TK menerima Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu tiap bulan dari desa. Angka tersebut terbilang sangat kecil bila dibandingkan dengan insentif yang diberikan oleh pemkab sebesar Rp 150 ribu. ‘’Yang dari desa itu tergantung kebijakan kepala desa dan APBDes,’’ ungkapnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Cerita WNI Perempuan Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual Saat Haji dan Umrah...Miris, sejumlah WNI perempuan mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual saat menjalani ibadah haji atau umrah. Ada juga yang sampai trauma.
Baca lebih lajut »
Pemkab Akui Pembinaan Belum Maksimal, Pernikahan Dini di Pacitan Masih MarakKasus pernikahan dini di Pacitan sulit dibendung. Kendati beberapa program pembinaan sempat disosialisasikan dan regulasi telah disusun tetap saja masalah itu muncul setiap tahun.
Baca lebih lajut »
Peduli Pendidikan Anak, WIKA Dirikan PAUD di Purwakartawijaya karya mendirikan PAUD di purwakarta sebagai bentuk kepedulian pendidikan anak
Baca lebih lajut »
Gula Aren Produksi Petani Milenial Pacitan Tembus Pasar KanadaKEMENTAN mengapresiasi I Gusti Ayu Ngurah Megawati, wirausahawan muda pertanian dari Kabupaten Pacitan sebagai penerima manfaat Program YESS karena mampu tembus pasar Eropa.
Baca lebih lajut »
Gula Aren Produksi Petani Milenial Pacitan Tembus Pasar Kanada |Republika OnlinePetani milenial Pacitan kembangkan gula aren setelah menerima HK program YESS
Baca lebih lajut »