Sedikitnya 41 warga sipil tewas pada hari kedua, total ada 97 orang tewas
Utusan PBB untuk Sudan Volker Perthes mengatakan, bahwa baik militer dan RSF menyetujui jeda kemanusiaan selama tiga jam dalam pertempuran pada Ahad sore. Namun jeda itu dihiraukan dan kekerasan terus melanda ibu kota.
“Ledakan hebat dan tembakan sepanjang waktu. Pertempuran di sini tidak pernah berhenti," kata Amany Sayed, seorang warga Khartoum berusia 38 tahun.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ibu Kota Sudan Mencekam, RSF vs Militer 'Perang Habis-habisan' di Perkampungan WargaPada Minggu, ibu kota Khartoum menjadi palagan membara militer vs RSF dengan pertempuran yang melibatkan kendaraan lapis baja, dan truk bersenapan mesin.
Baca lebih lajut »
Serangan Udara Militer Sudan ke Markas RSF Tewaskan 25 OrangMiliter Sudan melancarkan serangan udara di pangkalan pasukan pemberontak RSF di dekat ibu kota Khartoum menewaskan 25 orang.
Baca lebih lajut »
Militer Sudan dan RSF Bersaing Memperebutkan Kekuasaan |Republika OnlineBentrokan di Sudan menewaskan puluhan pejuang dan sedikitya 56 warga sipil
Baca lebih lajut »
WFP Tangguhkan Operasinya di Sudan |Republika OnlineTiga pegawai WFP tewas dalam bentrokan antara militer Sudan dan RSF
Baca lebih lajut »
Mengenal RSF yang Bertempur dengan Militer Sudan |Republika OnlineHuman Rights Watch menggambarkan pasukan RSF sebagai manusia tanpa belas kasihan.
Baca lebih lajut »