Meta akan menyetop dukungan atas NFT di platform Instagram dan Facebook.
Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Meta akan menyetop dukungan atas NFT di platform Instagram dan Facebook. Fitur tersebut bahkan belum berumur satu tahun di kedua media sosial itu.
Adapun fitur NFT ini tersedia untuk beberapa kreator di Instagram sejak Mei 2022. Sedangkan untuk pengguna Facebook pada Juni tahun lalu.Dalam utas di Twitter-nya, Kasriel mengatakan bahwa Meta tidak akan menyerah pada misinya untuk membantu pembuat konten terhubung dengan penggemar mereka. Terpisah, Juru bicara Meta menyatakan kepada TechCrunch bahwa pengumuman tersebut menandakan pergeseran investasi dari NFT ke produk lain.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Belum Setahun Rilis NFT, Facebook dan Instagram MenyerahMeta memangkas dukungan atas NFT di Instagram dan Facebook.
Baca lebih lajut »
Dukungan Pada NFT di Facebook dan Instagram DihentikanBelum genap setahun setelah diluncurkan, barang koleksi digital atau token (NFT) telah dihentikan oleh Meta Platforms Inc di paltform-nya.
Baca lebih lajut »
Serupa Mastodon, Meta Garap Media Sosial Baru untuk Saingi TwitterPerusahaan induk dari media sosial Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta, mengaku tengah menggodok peggarapan media sosial baru untuk menyaingi Twitter.
Baca lebih lajut »
Intip Tren NFT 2023! Bergerak ke Arah Mass AdoptionTren non-fungible token (NFT) pada 2023 diproyeksi akan bergerak ke arah small dan mass adoption.
Baca lebih lajut »
Meta akan Setop Akses Warga Kanada Jika UU Berita Daring BerlakuPerusahaan induk Facebook, Meta Platforms, mengatakan pada Sabtu (11/3) bahwa mereka akan memblokir akses konten berita untuk warga Kanada di platformnya jika negara itu mengesahkan Rancangan Undang-Undang Berita Daring. 'UU Berita Daring,' atau RUU House of Commons C-18, yang mulai...
Baca lebih lajut »
Meta Mulai Garap Media Sosial Terbaru untuk Saingin TwitterMeta dikabarkan tengah menggarap media sosial terbaru yang disebut bersaing dengan aplikasi Twitter milik Elon Musk.
Baca lebih lajut »